15/10/2009

Masjid Agung al-Ukhuwwah, Bandung: Lekat dengan Suasana Balai Kota

Rerindang pohon menyejukkan kawasan Jl. Wastu Kencana, Bandung. Di situ terdapat taman dan kantor Balai Kota, yang semakin tenang dan teduh dengan kehadiran Masjid Agung al-Ukhuwwah.

n2_32Kawasan Jl. Wastu Kencana masuk wilayah jantung kota Bandung. Di situ terdapat kompleks Balai Kota dengan ciri khas bangunan lama dikelilingi pepohonan besar yang menyejukkan lingkungan di sekitarnya. Termasuk lingkungan di area Masjid Agung al-Ukhuwwah [MAU]. Ya, masjid ini tak bisa lepas dari Balai Kota Bandung. Maklum, al-Ukhuwwah dibangun atas prakarsa Pemerintah Daerah [Pemda] Kotamadya Bandung yang bekerjasama dengan Pemda Jawa Barat. Al-Ukhuwwah dibangun pada tahun 1997 dan efektif mulai digunakan untuk umum pada Agustus 1998. Nama al-Ukhuwwah sengaja dipakai untuk mewujudkan makna dan nilai-nilai persaudaraan umat.

Menurut Ketua DKM MAU, Maman Suparman, kegiatan keagamaan di Pemda Kota Bandung sudah lama berjalan, kira-kira sejak tahun 1971. Dulu, kegiatan shalat Jum’at dan pengajian memakai sebuah ruangan di gedung Pemda. Karena semakin hari kegiatan tersebut memerlukan tempat yang respresentatif, terbetiklah gagasan untuk membuat masjid yang berdekatan dengan kantor Balai Kota. “Sebelum dipakai untuk lahan pembangunan masjid ini, dulu lahan ini dipergunakan untuk gedung balai pertemuan Graha Pancasila dan kantor Kwartir Gerakan Pramuka Kodya Bandung. Lahan ini memang milik Pemda,” kata Maman.

MAU berdiri di atas lahan seluas 2.800 m2. Sebagian lahannya seluas 1.200 m2 dipakai untuk gedung Bandung Milk Center [BMC], yang lokasinya persis di belakang MAU. Belakangan, BMC dikenal sebagai pusat jajanan khas kota Bandung.

n6_32Ciri khas paling kentara dari MAU adalah arsitekturnya yang bergaya minimalis modern. Kubah masjid ini menyerupai bubungan rumah Sunda. Ini yang membedakan kubah MAU dengan kubah masjid lain yang lazimnya berbentuk bundar seperti kubah bergaya Arab Persia. Masjid berlantai 2 ini didominasi warna alami; perpaduan warna tanah– hijau, cokelat, krem,dan warna batu granit.

Di dalam atap masjid, terdapat rangkaian besi yang menandakan kekokohan masjid. Jendela kaca di setiap sudut masjid ditata sedemikian rupa dengan mempertimbangkan pencahayaan sirkulasi udara dari luar. “Arsitek masjid ini Ir. H Kulman. Beliau memang mempertimbangkan kenyamanan dan kesejukan yang dipadukan dengan seni Sunda,” ujar Maman.

n7_32Selain menawarkan suasana teduh, masjid ini memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya dengan fasilitas cukup memadai. Di sini tempat parkir cukup luas, toilet dan tempat wudhu yang terjaga kebersihannya. Di area parkir terdapat juga kantin dan koperasi.

Sebagai sarana ibadah, MAU tak hanya digunakan untuk shalat, tetapi juga seringkali dimanfaatkan untuk kegiatan pengajian rutin yang terjadwal dalam seminggu. Program lainnya adalah Taman Pendidikan Agama [TPA], Kelompok Bimbingan Ibadah Haji [KBIH], dan sejumlah program acara yang diadakan secara kerjasama dengan institusi atau perorangan. « [yogi] – foto: yogi

Masjid Agung al-Ukhuwwah
Jl. Wastu Kencana No. 27, Bandung
Tel 022-4265523


Komentar to “Masjid Agung al-Ukhuwwah, Bandung: Lekat dengan Suasana Balai Kota”

  1. Dengan adanya pemberian informasi ini, menambah wawasan saya. namun diharapkan adanya informasi mengenai arsitek ataupu informasi mengenai perancangan bangunannya.
    terima kasih.

Beri komentar

Email


Artikel sebelumnya
Jajak Pendapat
 

Di bulan Puasa ini, bagaimana pengeluaran Anda dibanding bulan lainnya?

Loading ... Loading ...
Artikel ALiF Terkini
Alifmagz di Facebook
 
 
Peta situs Copyright © AliF Magazine 2010