Berjalan-jalan ke Suriah, tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Aleppo. Sebuah kota tua yang penuh pesona dan bangunan-bangunan peninggalan Islam yang megah.
Aleppo adalah kota nomor dua terbesar di Suriah setelah Damaskus. Jauh sebelum kedatangan Islam [637], Aleppo sudah ada dan termasuk salah satu kota tertua dunia [sudah ada sejak 2000 SM]. Kota ini terletak di Suriah bagian Utara. Orang Arab menamakannya Halab. Konon Nabi Ibrahim as. sempat singgah ketika lewat di daerah Irak menuju Kan’an.
Karena sangat strategis, Aleppo selama berabad-abad dijadikan pusat perdagangan yang menghubungkan kawasan Laut Tengah dengan Mesopotamia. Aleppo pernah berada di bawah kekuasaan bangsa Hittit [2000 SM], Mesir dan Asiria [abad ke-8 SM], Persia [abad ke-6 SM], Macedonia [332 SM], Roma [64 SM], Arab [635], Tatar [1260], Mongol [1398], Kerajaan Usmani [1517], Prancis [1920], dan kini Suriah [sejak 1944].
Di kota tua ini terdapat banyak sekali obyek wisata yang menarik, di antaranya:

Benteng Aleppo
Salah satu bangunan benteng yang terkenal di Aleppo adalah Benteng Aleppo yang dibangun Sultan Faraj bin Barquq [Mamluk] pada tahun 1406. Benteng ini dipugar kembali sesuai dengan bentuk aslinya pada aband ke-16. Sebagian besar bangunan di kota Aleppo berasal dari masa Dinasti Mamluk dan Usmani Turki.

Masjid Al-Ghada’iri
Orang Arab menguasai Aleppo pada tahun 637 di bawah pimpinan Khalid bin Walid [642], panglima Muslim. Sejumlah imigran Arab yang sudah menetap langsung langsung memeluk Islam, sedangkan yang lain baru pada masa Abdul Malik [Khalifah Umayah 705-715]. Pasukan Khalid mendirikan masjid pertama [Masjid Al-Ghada’iri] dan Madrasah as-Shu’aibiyah [kini Madrasah at-Tuti].

Masjid Aleppo
Masjid Aleppo dibangun oleh Sulaiman bin Abdul Malik [Umayyah]. Masjid ini meniru arsitektur Masjid Damaskus. Pada menaranya ada inskripsi yang bertuliskan tahun 1090 dan nama Maliksyah [penguasa Seljuk], Kadi bin al-Khashshab, dan Tutusy [penguasa Seljuk 1078]. Mihrabnya dibangun kembali [1285] oleh Qalawun [Sultan Mamluk] setelah dibakar oleh Hulagu Khan. Sultan Nasir Muhammad bin Qalawun membangun mimbarnya.

Madrasah al-Halawiyah
Madrasah al-Halawiyah terletak di bagian Barat Masjid Aleppo. Sebelum Islam masuk, madrasah ini adalah Katedral Aleppo, yang dijadikan masjid [1123] oleh Kadi bin al-Khashshab, lalu dijadikan madrasah [1149].

Parit Yunani
Aleppo diperkuat dengan tembok. Di keempat sisi tembok ada gerbang bermenara. Di sisi Selatan dan Timur ada Parit Yunani, yang digali oleh Kaisar Nicephoros [Kaisar Bizantium] ketika menyerbu Aleppo [962]. Di Aleppo ada sebuah kubu [benteng kecil] yang bermihrab dengan hiasan ukiran kayu. Konon di sini Nabi Ibrahim as. mampir ketika hendak pergi ke Hebron. Kota ini dihancurkan [1260] oleh Hulagu Khan, lalu dibangun lagi pada tahun 1291, tetapi dirobohkan [1398] oleh Timur Lenk. « [esthi] – foto: google.com