23/03/2010

Masjid Faisal, Masjid Unik dari Islamabad

oase_faisal2_ed51Masjid tidak selalu harus berkubah. Seperti masjid di Islamabad yang berbentuk unik dan menjadi kebanggaan warga Pakistan.

Islamabad yang berarti rumah untuk Islam adalah ibukota Pakistan dan kota kesepuluh terbesar di negeri ini dengan populasi sekira 1,74 juta orang pada tahun 2009. Kota yang dibuat sekitar tahun 1960-an ini merupakan pengganti Karachi sebagai ibukota, setelah berpindah sebelumnya ke Rawalpindi sambil menunggu pembangunan di kota ini diselesaikan. Islamabad adalah salah satu kota yang paling ‘hijau’ dan paling tertata dengan sangat rapi di Asia Selatan.

Di Islamabad juga terdapat beberapa tempat bergengsi kebanggaan warga Pakistan. Antara lain Masjid Faisal, universitas terbaik di Pakistan, Quaid-i-Azam University, juga ada beberapa universitas bergengsi lainnya. Selain itu tempat ini memiliki sejarah yang sangat berharga, karena ditemukan sisa-sisa peninggalan manusia dari jaman batu [sekira 3.000 tahun Sebelum Masehi]. Kota ini pernah diguncang gempa besar, juga teroris yang memorakporandakan sebuah masjid, sebuah kedutaan, dan sebuah hotel. Namun kota ini tetap menyimpan beberapa pesonanya yang dapat dinikmati oleh para turis mancanegara

Masjid Faisal misalnya. Masjid ini merupakan bangunan kebanggaan masyarakat negara ini, karena merupakan masjid terbesar di Pakistan dan Asia Selatan. Juga masjid terbesar keempat di dunia setelah Masjid Hassan II di Casablanca, Masjid al-Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid yang terletak di kaki bukit Margala, di kaki Gunung Himalaya, menempati lahan seluas 5.000 meter persegi dengan kapasitas 300.000 jamaah dalam satu waktu bersama-sama.oase_faisal4_ed51

Nama Faisal merupakan nama dari penggagasnya, yaitu almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, pada saat kunjungan beliau di tahun 1966 ke Pakistan. Pada tahun 1969 dibuatlah sebuah kompetisi untuk arsitek dari 17 negara untuk membuat sebuah rancangan masjid bagi Islamabad. Tak disangka-sangka, sebuah karya dari seorang arsitek dari Turki bernama Vedat Dalokay terpilih untuk diwujudkan. Padahal karya tersebut terbilang sangat unik jika dibandingkan dengan bentuk masjid pada umumnya yang rata-rata berkubah. Sehingga disain dari Vedat Dalokay pada saat itu banyak mendapatkan kecaman dari warga negara ini.

Namun hal ini tidak menyurutkan niat raja Faisal untuk menyumbang bagi berdirinya masjid ini. Beliau membiayai sepenuhnya masjid berbiaya 120 juta dolar ini. Pembangunan dimulai tahun 1976 oleh kontraktor lokal dan baru selesai tahun 1986. Pemerintah langsung menamakan masjid ini sebagai masjid Faisal, untuk mengenang dan menghormati nama penyumbangnya yang meninggal pada tahun 1976.

oase_faisal1_ed51Keunikan bentuk Masjid Faisal ternyata sangat menyatu dengan panorama kaki bukit yang indah, sehingga ‘membungkam’ para pengritiknya. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat masjid unik ini menjadi kebanggaan masyarakat Pakistan. Dengan empat menara yang tinggi namun langsing seperti pensil [80 m], masjid ini terlihat modern dengan ruang shalat bersegi delapan berbentuk seperti tenda yang biasa terlihat di padang pasir. Atapnya setinggi sekitar 40 m dan ditopang dengan empat tiang besar. Sisi luar masjid dihiasi dengan marmer berwarna putih bersih, sedangkan bagian dalam dengan mosaik dan lampu gantung spektakuler yang khusus didatangkan dari Turki.

Selain masjid, tempat itu dulu juga menjadi satu halaman dengan Universitas Islam Internasional yang kemudian sedang dalam proses pemindahan ke tempat lain. Tidak hanya itu, tempat ini juga menjadi makam dari jendral Zia-ul-Haq, Presiden Pakistan tahun 1978-1988, di lantai dasar. Masjid ini juga dapat menjadi tempat kunjungan wisata bagi turis. Hanya khusus pengunjung non muslim, sebaiknya menghindari waktu-waktu shalat dan shalat Jum’at, serta tetap mengenakan pakaian yang rapi, ditambah kerudung bagi pengunjung wanita. « [esthi] – foto: google.com


Beri komentar

Email


Artikel sebelumnya
Jajak Pendapat
 

Di bulan Puasa ini, bagaimana pengeluaran Anda dibanding bulan lainnya?

Loading ... Loading ...
Artikel ALiF Terkini
Alifmagz di Facebook
 
 
Peta situs Copyright © AliF Magazine 2010