Kemampuan mendengar ternyata penting dimiliki si kecil. Anda dapat mengasah keterampilan anak-anak untuk mendengar sejak kecil dengan beberapa cara, mulai dari saat ini.
Tara sering merasa kesal jika mengajak Mischa, putrinya yang duduk di bangku kelas I SD untuk berbicara. Mischa suka terlalu asyik dengan apa yang sedang dikerjakannya, sehingga terlihat seakan-akan tidak peduli dengan perkataan sang ibu. Jika ditanyakan kembali apa yang telah ditangkapnya, jawabannya membuat sang ibu curiga apakah putrinya tersebut memahami apa yang telah dibicarakan sebelumnya. Belum lagi reaksi Tara yang seolah-olah tidak peduli. Tentu saja Tara menjadi kesal dengan reaksi putri sulungnya tersebut.
Tidak semua anak berkembang menjadi pendengar yang baik. Padahal menjadi seorang pendengar yang baik merupakan syarat si kecil untuk dapat sukses di bidang akademis. Anak yang dapat menjadi pendengar aktif umumnya merupakan anak yang disukai teman-temannya. Sebaliknya, anak yang tidak memiliki kemampuan mendengar akan memiliki kesulitan mengikuti instruksi guru maupun memiliki teman. Karena mendengar merupakan keterampilan yang dapat diasah. Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan si kecil untuk mendengar, antara lain:
- Jadilah pendengar yang baik, karena yang paling manjur adalah dengan memberi teladan terlebih dahulu. Caranya? Dengan mencoba mendengarkan si kecil saat ia ingin menceritakan sesuatu pada Anda. Jangan sekalipun memotong pembicaraannya, atau menyambinya dengan mengerjakan hal-hal yang lain. Hentikan semua hal yang sedang Anda kerjakan, fokuskan perhatian pada si kecil dan dengarkan apa yang ingin dikatakannya. Keinginan Anda untuk mau mendengarkannya membuat si kecil juga belajar untuk mendengarkan Anda.
- Cobalah untuk berbicara dengan kata-kata yang mudah dipahami sesuai dengan usianya, tidak berbelit-belit dan biasakan untuk menatap matanya sambil mencoba mengetahui apakah ia paham apa yang sedang Anda bicarakan. Begitu juga saat Anda sedang memberikan instruksi.
- Sekali-sekali ucapkan kata-kata pujian saat ia mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan pembicaraan Anda. Atau paling tidak ungkapkan rasa senang Anda saat berbicara dengannya, seperti misalnya, “Ibu senang deh bisa ngobrol sama anak ibu sendiri.”
- Upayakan untuk menjalankan apa yang Anda janjikan atau bicarakan. Jangan hanya berbicara tanpa menerapkannya sendiri. Misalnya Anda berbicara panjang lebar mengenai bahayanya rokok sedangkan Anda sendiri merokok.
- Ajak si kecil untuk bermain mendengarkan. Misalnya dengan mematikan semua peralatan elektronik di rumah, lalu mintalah ia mendengarkan apa pun yang ada di alam. Seperti suara burung, suara jangkrik, dan sebagainya. Hal ini akan membiasakannya memfokuskan perhatian pada apa yang akan didengarnya.
- Ajak ia mendengarkan Anda membacakan buku setiap hari, misalnya sebelum tidur. Hal ini juga akan mengasah kemampuannya mendengar dan menangkap inti dari cerita yang Anda bacakan. Setelah itu Anda bisa mendiskusikannya pada si kecil mengenai isi cerita. « [esthi] – foto: sxc