19/07/2010

Keajaiban Ciptaan Allah

“Mana yang lebih dulu, ayam atau telur?” Itulah teka-teki klasik yang sampai saat ini masih populer. Menariknya, teka-teki tersebut sudah terjawab secara ilmiah.

Jawabannya: ayam!. Jawaban dari kesimpulan ilmilah ini ditetapkan oleh para ilmuwan dari universitas Sheffield, Inggris. Seperti berita yang dilansir Antara News (Kamis 15 Juli 2010), para peneliti tersebut menemukan bahwa pembentukan telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Protein itu dinamakan ovucledidin-17 atau OC-17. Untuk menemukan jenis protein ini, para ilmuwan berminggu-minggu meneliti indung telur ayam yang mengandung protein itu dengan komputer canggih.

Menurut salah seorang peneliti, Profesor John Harding mengatakan, dengan penelitian ini, mereka jadi paham bagaimana ayam membuat kulit telur. “Alam telah menghasilkan solusi inovatif dalam berbagai masalah tentang materi dan teknologi. Sebenarnya kita dapat belajar banyak dari alam,” kata Harding.

Hasil penemuan luar biasa mengenai asal-usul ayam atau telur tadi, hanyalah setitik dari sekian banyaknya keajaiban di alam semesta alam. Kalau kita berpikir sederhana, meneliti asal-usul ayam dan telur saja manusia membutuhkan waktu yang lama dan peralatan canggih, berikut ilmuwan yang berpengalaman. Apalagi kalau kita ingin menyingkap teka-teki lainnya yang lebih rumit dan sulit dijangkau akal, mampukah manusia untuk melakukan semuanya?

Alam semesta dan isinya ini memang ajaib. Hal sepele seperti ayam saja bisa menjadi sesuatu yang luar biasa jika manusia berhasil mengungkapkannya. Tak heran kalau John Harding tadi mengatakan bahwa manusia harus belajar banyak dari alam. Pernyataan ini sebenarnya bermakna religius bahwa umat manusia tak ada apa-apanya dibanding banyaknya ciptaaan Tuhan. Kita meyakini di balik penciptaan-Nya, masih banyak keajaiban yang belum terungkap alias masih tersembunyi.

Imam al-Ghazâli menulis, “Ketersembunyian-Nya disebabkan oleh kejelasan-Nya yang luar biasa, dan kejelasan-Nya yang luar biasa disebabkan oleh ketersembunyian-Nya. Cahaya-nya adalah tirai cahaya-Nya, karena semua yang melampui batas akan berakibat sesuatu yang bertentangan dengannya,” Karenanya, M. Quraish Shihab dalam bukunya bertajuk Dia Dimana-mana (“tangan” Tuhan di balik setiap fenomena) menyebutkan, Allah hadir dimana-mana. Dia azhr-Zhâhir sekaligus al-Bâthin. Dia adalah azh-Zhâhir yakni, Yang nampak dengan jelas melalui ayat-ayat di pentas alam raya ini, yang merupakan bukti-bukti wujud dan keesaan-Nya. Dia yang menunjukkan kepada kita kerajaan dan kekuasaan-Nya, dengan menyadarkan kita bahwa dalil-dalil wujud-Nya terbentang dimana-mana. Segala sesuatu yang diciptakan-Nya—walau yang bisu sekalipun—adalah hujjah yang berbicara tentang wujud-Nya. Mata tidak melihat-Nya, tetapi Dia berada di balik setiap ciptaan-Nya. Dia juga adalah al-Bâthin, yakni tersembunyi hakikat, dazt dan sifat-Nya, bukan karena tidak jelas, tetapi justru karena Dia sedemikian jelas, sehingga mata dan pikiran silau bahkan tumpul, tak mampu memandang-Nya.

Keterangan menurut M. Quraish Shihab tersebut bisa menyadarkan kita betapa Allah berada di sekeliling kita dengan ciptaan-ciptaan-Nya. Jadi, sangat tidak masuk akal jika manusia mengungkap semua rahasia Allah secara rasional dan ilmiah yang memang kapasitasnya terbatas. Apalagi sesuatu yang berhubungan dengan segala penciptaan-Nya.
Menurut al-Qur’an, semua benda berasal dari perintah Tuhan “kun”, jadilah. Perintah tersebut adalah ekspresi dari keinginan-Nya, rencana-Nya, dan maksud-Nya. Dengan demikian, semua hasil ciptaan-Nya adalah bagian dari diri-Nya. Hal ini berarti bahwa penciptaan dimulai bukan karena kebetulan, melainkan terjadi karena maksud yang pasti dari Tuhan. Dia tidak menciptakan sesuatu yang tidak berguna dan hanya untuk “main-main”. Penciptaan dilakukan dengan benar (haq). (sumber: Membaca Gerak Alam Semesta, Mengenali Jejak Sang Pencipta: Arie Budiman, Ahmad Jauhar Arief, Edy Nasriady Sambas.).

Soal rahasia dan keajaiban penciptaan Allah sebenarnya sudah diberi tanda-tanda dalam surat-surat al-Qur’an. Banyak surat yang membahas penciptaan Allah untuk alam semesta. Di antaranya, QS. an-Nur: 45: QS. ar-Ra’d:3: QS. adz Dyariyat: 47, dan QS. Ghafir: 57.

Dari adanya surat-surat tentang penciptaan alam semesta, kita seyogyanya semakin kukuh akan kekuasaan-Nya. Segala penciptaanya adalah urusan-Nya yang kelak manusia ketahui di akhirat nanti. Dia adalah al Khalik dan al Baadii (Yang memiliki Mutlak sifat Pencipta). Dia adalah al Mushawwir (Yang memiliki Mutlak Sifat Yang Membentuk Rupa). SIfat-sifat Allah inilah yang sebenarnya mula dari segala keajaiban penemuan manusia sampai dewasa ini

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. an-Nuur: 45). (yogira)


Beri komentar

Email


Artikel sebelumnya
Jajak Pendapat
 

Di bulan Puasa ini, bagaimana pengeluaran Anda dibanding bulan lainnya?

Loading ... Loading ...
Artikel ALiF Terkini
Alifmagz di Facebook
 
 
Peta situs Copyright © AliF Magazine 2010