22/07/2010

Mulai Hari Ini Selamatkan Anak-anak kita!

Tanggal 23 Juli ini kita memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Sebenarnya apa saja sih manfaatnya peringatan ini ? Agenda apa saja yang harus dibenahi untuk memenuhi hak-hak mereka ? mulai hari ini dan seterusnya, menyelamatkan anak-anak dari berbagai dampak buruk adalah hal yang paling penting.

Sejatinya, peringatan Hari Anak Nasional tidak sekedar slogan. Tidak sekedar momen tahunan lantas terlupa begitu saja makna dan manfaatnya. Padahal persoalan anak takkan habis-habisnya selesai. Apalagi yang menyangkut hak dan kesejahteraannya. Kita tahu belakangan ini banyak persoalan yang menimpa kehidupan anak, baik dari sisi pendidikan, psikologi, pergaulan, maupun jadi korban kekerasan.

Di sejumlah media, sampai sekarang berita tentang persoalan anak selalu saja mengemuka. Beberapa bulan lalu, kita sempat mendapatkan berita menghebohkan seorang anak berusia 4 tahun yang terbiasa merokok dan bicara cabul. Lantas, banyak pula orangtua yang bertindak kekerasan fisik dan psikologi sehingga Sang anak terluka, trauma, bahkan sampai meninggal. Belum lagi anak-anak terlantar sekaligus kurang perhatian dari keluarga tercintantya sehingga memilih pergaulan yang bebas dan bisa terjebak pada penyalahgunaan narkoba. Juga, baru-baru ini sejumlah media menurunkan berita terbaru tentang seorang anak berusia 11 tahun nekat gantung diri, di kawasan PasarMinggu, Jakarta Selatan.

Dari sekian masalah yang menimpa anak Indonesia belakangan ini ternyata yang paling mengkhawatirkan adalah persoalan kekerasan terhadap anak. Menurut data yang dikeluarkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA). Dalam tiga tahun terakhir ini kekerasan terhadap anak meningkat. Tahun 2008 ada 1726 laporan tindak kekerasan, tahun 2009 (1998 kasus), dan sampai periode Januari-Mei 2010 ( 1826 kasus). Angka tersebut baru dihitung lima bulan. Bulan berikutnya sempga tidak ada peningkatan ini. Dari angka tersebut ditemukan indikasi bahwa bentuk kekerasan berupa penganiayaan fisik, psikologi, dan seksual. Yang mengkhawatirkan, kasus-kasus ini sering terjadi di lingkungan keluarga sendiri. Selebihnya terjadi di sekolah dan di lingkungan masyarakat.

Dalam konteks pendidikan, cara kekerasan terkadang menjadi pembenaran agar anak patuh, tidak nakal, atau jera akan kesalahannya. Namun sayang pembenaran itu seringkali justru jadi berdampak negatif bagi keadaan mental Sang anak. Cara mendidik dengan tindakan fisik, misalnya dengan memukul, menampar, mencubit atau dengan sikap keras seperti membentak dan mengejek bisa menimbulkan luka batin bagi sang anak. Dia akan menjadi pendiam,depresi, bahkan akan jadi pendendam. Kondisi seperti inilah yang sebenarnya harus dihindari. Pasalnya, anak—demikian juga orang dewasa, pasti selalu melakukan kekeliruan. Kalau bisa diambil sisi positifnya, Si anak yang berbuat kesalahan pada masa kecilnya, biasanya dia akan mempelajari kesalahan tersebut sebagai bekal untuk masa depannya agar tidak berbuat kesalahan serupa.

Pakar pendidikan sekaligus ulama besar Islam, Ibnu Khaldun mengatakan “Siapapun yang mengasuh dengan kekerasan dan otoriter terhadap anak, budak, atau siapapun, maka kekerasaan itu akan mendominasi jiwanya. Jiwanya akan merasa sempit dalam menghadapinya. Ketekunannya akan sirna, dan menyeretnya pada kemalasan, dusta dan perbuatan keji. Mereka akan menampilkan diri dengan gambar yang berbeda dengan hatinya, lantaran takut ayunan tangan yang akan mengasarinya”

Pesan Ibnu Khaldun ini semacam peringatan, siapapun yang lemah dan tak berdaya tidaklah pantas mendapatkan kekerasan. Apalagi pada anak-anak yang masa pertumbuhan jiwanya masih harus dibimbing dan dibina agar menjadi anak yang baik dan shaleh. Nah, sudahkan kita berhasil menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai persoalan negatif?

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al Kahfi: 46). (Yogira) Foto : dedidwitagama.wordpress.com


Beri komentar

Email


Artikel sebelumnya
Jajak Pendapat
 

Di bulan Puasa ini, bagaimana pengeluaran Anda dibanding bulan lainnya?

Loading ... Loading ...
Artikel ALiF Terkini
Alifmagz di Facebook
 
 
Peta situs Copyright © AliF Magazine 2010