- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
- Quote 22 Februari 2012
- Haruskah Pindah Tempat saat Hendak Shalat Sunnah Rawatib?
Apakah Yang dimaksud dengan “bersemayam di atas Arsy”?
Tanya:
Assalamu’alaikum wr. wb.
Apakah Yang dimaksud dengan “bersemayam di atas Arsy”? Saya mohon sudilah kiranya bapak menafsirkannya.
[Batman - via formulir pertanyaan]
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Ulama-ulama abad pertama, kedua, dan ketiga Hijriah memilih untuk tidak menafsirkan kata istawâ (yang sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘bersemayam’). “Hanya Allah yang tahu maknanya,” kata mereka. Yang jelas Allah bersemayam di atas arsy, tetapi bagaimana bentuk atau cara bersemayam itu, kita tidak tahu. Dan Allah tidak menginformasikannya kepada kita. Dalam hal ini, ada ungkapan Imam Malik yang sangat populer: “Kata istawâ dikenal oleh bahasa, kaifiyat/ caranya tidak diketahui, mengimaninya wajib, dan menanyakannya adalah bid’ah.”
Bersemayam (al-istiwâ’, bentuk mashdar dari kata kerja istawâ) juga oleh ulama-ulama terdahulu diartikan sebagai al-‘uluww wa al-irtifâ‘ (ketinggian, keberadaan yang tinggi). Memang, secara bahasa, seperti ditulis oleh Abu Bakr al-‘Arabiy, kata istiwâ’ mengandung kurang lebih 15 arti, salah satunya adalah al-‘uluww itu. Kiranya apa yang dikatakan oleh Hasan al-Banna dalam al-‘Aqâ’id al-Islâmiyyah bahwa “Tidak ada perbedaan antara salaf dan khalaf bahwa kita tidak boleh memahami kata istawâ (bersemayam) sebagaimana yang terkesan atau terbayang oleh kita,” patut kita pegang. Jika terbayang oleh kita Allah bersemayam dengan cara tertentu, itu pasti tidak benar. Sebab, memang, Allah berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya (dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya), dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. Begitu makna firman Allah dalam Q.S. asy-Syûrâ [42]: 11.
Demikian, wallahu a’lam.
[Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur'an]
===
Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :
Bagian bertanda* harus di isi dengan benar.
Artikel sebelumnya
- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri



Tuliskan komentar Anda disini!