- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
- Quote 22 Februari 2012
- Haruskah Pindah Tempat saat Hendak Shalat Sunnah Rawatib?
Berani Jadi Pemimpin?
Banyak hal yang tidak dapat kita capai sendirian dalam dunia ini. Kita akan mampu mencapai hal-hal yang jauh lebih besar dengan dampak yang jauh lebih luas ketika kita bisa bersinergi dengan orang-orang lain di sekitar kita. Berbagai kelebihan dan potensi mereka yang dipadukan dengan kelebihan yang kita miliki akan membentuk suatu kekuatan yang tidak bisa dicapai oleh masing-masing seorang diri.
Namun, untuk mempersatukan banyak kepala yang berbeda, dengan sudut pandang, cara hidup dan prioritas yang beragam, tentu bukan perkara mudah. Untuk itulah, dalam setiap kelompok dan kerja sama, diperlukan satu orang yang menjadi pengambil keputusan akan arah dan tujuan yang harus diambil selanjutnya. Orang ini biasanya disebut sebagai pemimpin.
Management is efficiency in climbing the ladder of success; leadership determines whether the ladder is leaning against the right wall. (Stephen Covey).
Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab atas keberlangsungan hal yang dipimpinnya. Ia harus mengetahui ke mana harus melangkah selanjutnya. Ia yang menjadi pemberi visi dan inspirasi, sehingga orang yang dipimpinnya memiliki satu semangat untuk mencapai tujuan bersama di samping perbedaan kepentingan yang mereka miliki. Seorang pemimpin merupakan teladan bagi mereka yang dipimpinnya. Maka segala ucapan dan perbuatannya pun menjadi berlipat pengaruh dan pertanggungjawabannya. Menjadi seorang pemimpin, karenanya, merupakan tugas dan amanah yang sangat berat. Rasulullah saw. bersabda:
Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harta tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya. (HR. Bukhari).
Sesungguhnya engkau ini lemah (ketika abu dzar meminta jabatan dijawab demikian oleh Rasulullah), sementara jabatan adalah amanah, di hari kiamat dia akan mendatangkan penyesalan dan kerugian, kecuali bagi mereka yang menunaikannya dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya. (HR. Muslim).
Keberhasilan dan kesejahteraan suatu kelompok berada di pundak seorang pemimpin. Semakin besar kelompok tersebut, tentu semakin besar pula beban dan tanggung jawab yang diemban pemimpinnya. Bila kita memahami hal ini, tentu kita tidak akan sembarangan menerima suatu jabatan dan akan bersungguh-sungguh menjalankan apapun yang menjadi tanggung jawab kita ketika dipercaya menjadi seorang pemimpin. [aca]
Artikel sebelumnya
- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri



Tuliskan komentar Anda disini!