<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; Oase</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/category/artikel/oase/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 16:37:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Masjid Fethiye, Dari  Gereja, Lalu Masjid, Kemudian Museum</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/masjid-fethiye-dari-gereja-lalu-masjid-kemudian-museum/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/masjid-fethiye-dari-gereja-lalu-masjid-kemudian-museum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 09:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11313</guid>
		<description><![CDATA[Keunikan interior masjid di Turki yang kini menjadi museum ini tidak bisa menghilangkan jejak bangunan sebelumnya, yaitu sebuah gereja. Jika berkesempatan berjalan-jalan ke  Distrik Fatih di kota Istanbul, Turki, cobalah mampir ke masjid Fethiye.  Masjid unik ini namanya juga berarti kemenangan, sebagai peringatan dari Murat III, penguasa masa itu terhadap kemenangannya menaklukkan  Georgia dan Azerbaijan.   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Keunikan interior masjid di Turki yang kini menjadi museum ini tidak bisa menghilangkan jejak bangunan sebelumnya, yaitu sebuah gereja.</strong></p>
<p>Jika berkesempatan berjalan-jalan ke  Distrik Fatih di kota Istanbul, Turki, cobalah mampir ke masjid Fethiye.  Masjid unik ini namanya juga berarti kemenangan, sebagai peringatan dari Murat III, penguasa masa itu terhadap kemenangannya menaklukkan  Georgia dan Azerbaijan.   Pasti Anda akan terkagum-kagum melihat bangunan masjid yang lebih menyerupai bangunan gereja ini.  Tidak salah lagi, karena masjid Fethiye dulunya merupakan gereja Pammakaristos atau yang dapat diartikan ‘Ibu Isa yang Terberkati’.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/fethiye2.jpg" alt="" /></p>
<p>Menurut para ulama di tempat ini, gereja Pammakaristos dulunya dibuat antara abad 11 dan 12.  Mereka percaya bahwa bangunan awal gereja tersebut dibuat oleh Michael VII Ducas (1071-1078).  Namun ada juga yang menganggap bahwa bangunan utama didirikan pada abad 8. Dalam perjalanannya, gereja tersebut ditemukan kembali oleh John Comnenus dan istrinya Anna Doukaina pada tahun 1292.  Tahun 1315 terdapat tambahan kapel kecil untuk memperingati seorang jenderal yang hidup dimasa itu. Hingga akhirnya tahun 1591, Murat III mengalih fungsikan gereja tersebut menjadi masjid dengan menamakannya Fethiye.</p>
<p>Bangunan masjid ini merupakan salah satu bangunan yang paling unik dan penting di Turki.  Keindahan arsitekturnya   periode Byzantine akhir yang berbentuk persegi dengan lima kubah sangat luar biasa. Berbeda dengan yang lain, proporsi antara dimensi vertical dan horizontal lebih besar dari bentuk bangunan pada umumnya.  Sayangnya marmer berwarna yang terdapat di dalamnya sudah banyak menghilang karena transformasi dari gereja menjadi masjid yang juga merubah sebagian besar dari bangunan ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/fethiye3thumb.jpg" alt="" /></p>
<p>Jangan heran jika interior masjid yang separuhnya kini menjadi museum tersebut masih seperti gereja.  Lihat saja bagaimana tempat pemujaan yang tersisa terdapat panel-panel mosaik yang sangat indah, khas karya seni era Byzantine.  Mosaik-mosaik tersebut berasal dari tahun 1320.  Bahkan masih tampak beberapa gambar nabi-nabi dari kitab perjanjian lama pada kubah utama.  Perpaduan yang unik namun indah.  Karena terdapat pula mimbar kayu, sebagai penanda bahwa bangunan itu kini telah menjadi masjid, tempat umat Islam beribadah.</p>
<p>Sebagai tambahan, sebuah madrasah dibuat oleh Sinan Pasa, keturunan dari Murad II tahun 1591-1592,  di lapangan yang menghadap ke masjid.  Pembuatan ini disempurnakan   pada awal abad 20 oleh Mimar Kemaleddin Bey.  Madrasah tersebut memiliki  ruang bawah tanah dan lantai dasar dengan 17 kamar pada lantai dasar yang menghadap pada lima kamar besar yang masih bisa ditemui  hingga sekarang.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/fethiye_mosqueThumb.jpg" alt="" /></p>
<p>Perbaikan terakhir masjid ini dilakukan tahun 1936 hingga 1938 dan menjadikan  bangunan masjid menjadi museum.  Namun tahun 1960 bangunan tersebut dikembalikan menjadi masjid sekali lagi hingga kini.  Hanya ada sebagian dari bangunan yang masih digunakan sebagai museum yang menarik para turis mancanegara untuk melihat-lihat kemolekan isi bangunan ini.[esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/masjid-fethiye-dari-gereja-lalu-masjid-kemudian-museum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Biru Tidak Hanya di Istambul</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/masjid-biru-tidak-hanya-di-istambul/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/masjid-biru-tidak-hanya-di-istambul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 16:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11300</guid>
		<description><![CDATA[Masjid berwarna biru yang juga dikenal sebagai Masjid Biru ternyata juga ada di kota St Petersburg, Rusia. Ternyata yang dinamakan Masjid Biru atau Blue Mosque tidak hanya yang terdapat di Istambul, Turki saja. Namun di St. Petersburg, Rusia pun terdapat satu masjid biru yang tak kalah indahnya. Kerap juga mendapat panggilan Masjid St. Petersburg, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masjid berwarna biru yang juga dikenal sebagai Masjid Biru ternyata juga ada di kota St Petersburg, Rusia.</strong></p>
<p>Ternyata yang dinamakan Masjid Biru atau <em>Blue Mosque</em> tidak hanya yang terdapat di Istambul, Turki saja.  Namun di St. Petersburg, Rusia pun terdapat satu masjid biru yang tak kalah indahnya.  Kerap juga mendapat panggilan Masjid St. Petersburg, karena letaknya di kota St. Petersburg, masjid ini merupakan masjid terbesar di Eropa, dengan menara yang mencapai tinggi 49 meter dan kubah mencapai tinggi 39 m.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/bluemosque2.jpg" alt="" /></p>
<p>Kubahnya yang berbentuk unik dan cantik terlihat menonjol di antara gereja-gereja yang terdapat di kota yang dibangun oleh Tsar Peter dari Rusia ini.  Kota bersejarah yang memiliki sederet bangunan indah, seperti  St. Isaac’s Cathedral dank azan Cathedral.  Juga Benteng Petrus dan Paulus yang terletak tak jauh dari masjid.</p>
<p>Masjid yang mampu menampung sekitar 5000 umat ini dibuat tahun 1910 untuk memperingati 25 tahun berdirinya rejim Abdul Ahat Khan di Bukhara.  Saat itu umat Muslim di Rusia sempat mencapai 8000 orang.  Gedung ini dirancang oleh arsitek Nikolai Vasilyev.  Konstruksi masjid ini baru dapat diselesaikan tahun 1921.</p>
<p>Untuk menyelesaikan masjid ini Selim Girei Tevkelev yang menjadi seorang Mufti dari Orenburg mendapat persetujuan dari Count Tolstoy untuk mengumpulkan uang sebanyak 750.000 rubel selama 10 tahun.  Sumbangan terbanyak didapat dari Said Abdoul Ahad, seorang Emir dari Bochara.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/Saint_Petersburg_Mosque1.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada saat Perang Dunia II, Masjid Biru ditutup dan digunakan sebagai gudang peralatan medis.  Namun saat Presiden I Indonesia, Soekarno berkunjung.  Beliau menyesalkan tidak bisa berkunjung ke masjid yang saat itu digunakan sebagai gudang.  Pimpinan Rusia kala itu langsung mempertimbangkan kekecewaan Soekarno dan mengambil keputusan untuk membuka masjid tersebut kembali untuk ibadah umat Muslim, hanya 10 hari setelah kunjungan Soekarno ke kota ini.</p>
<p>Tahun 1980 dilakukan renovasi besar-besaran selama 18 tahun, dan berhasil mengembalikan kemegahan sehingga bentuknya seperti sekarang ini.  Sehingga membuat Masjid Biru menjadi salah satu dari 25 masjid yang terindah di dunia, atau “<em>25 Simply Amazing in The World</em>”.  Jasa Soekarno selalu disebut-sebut oleh umat Islam di St Petersburg yang merasa bersyukur memiliki tempat ibadah yang luar biasa indah dan megahnya tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/bluemosque.jpg" alt="" /></p>
<p>Umat Islam memang tidak banyak, umumnya berasal dari Dagestan, Tatastan dan Moskow.  Islam di Rusia adalah agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, yaitu sekitar 15 – 20 persen, atau 21 – 28 juta jiwa.  Makin lama kehidupan Muslim di Rusia semakin membaik.  Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4.750 masjid. Namun konon 10 tahun terakhir, jumlah masjid di Rusia sudah mencapai 7000 masjid. [teks:esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/masjid-biru-tidak-hanya-di-istambul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Masjid Dengan Panggilan Ibu</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-dengan-panggilan-ibu/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-dengan-panggilan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 11:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11284</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah masjid mungil sederhana namun bersejarah di Amerika cukup menarik perhatian, karena disebut sebagai ibu. Pernah mendengar sebuah masjid disebut ibu ? Memang dituliskan dalam bahasa Inggris, sebagai Mother Mosque yang bisa berarti Ibu Masjid, Masjid Ibu, atau bisa juga berarti Masjid Induk. Sebuah masjid berbentuk segi empat sederhana yang terletak di Iowa. Iowa sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebuah masjid mungil sederhana namun  bersejarah di Amerika cukup menarik perhatian, karena disebut sebagai ibu.</strong></p>
<p>Pernah mendengar sebuah masjid disebut ibu ?  Memang dituliskan dalam bahasa Inggris, sebagai <em>Mother Mosque</em> yang bisa berarti Ibu Masjid, Masjid Ibu, atau bisa juga berarti Masjid Induk.  Sebuah masjid berbentuk segi empat sederhana yang terletak di Iowa.  Iowa sendiri adalah sebuah Negara bagian Amerika Serikat.  Nama Iowa diambil dari nama suku Indian Ioway.  Sedangkan julukan dari Negara bagian Iowa adalah <em>Hawkeye State</em>, yang berasal dari nama seorang pandu dalam novel <em>The Last of The Mohicans</em>.  Ternyata tidak hanya bisa mendapati budaya Indian yang kental disini, namun ternyata ada juga sebuah bangunan masjid.  Sebuah perpaduan yang unik di Negara adidaya ini.</p>
<p><em>Mother Mosque </em>atau Masjid Ibu ini sering dikenal dengan nama <em>The Rose of Fraternity Lodge</em>, atau sebagai kuil Muslim bagi penduduk Amerika .  Terletak di Cedar Rapids, dan merupakan masjid kedua tertua di Amerika.  Masjid tertua di Amerika pernah ada di Dakota Utara, yang dibuat tahun 1929.  Sedangkan Masjid Ibu dibuat tahun 1934, tepatnya selesai tanggal 15 Februari.  Masjid ini digunakan sebagai tempat beribadah umat Islam selama 40 tahun sebelum dijual pada orang lain saat sebuah Pusat Studi Islam yang bernama <em>Islamic Center of Cedar Rapids</em> selesai dibuat tahun 1971.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/FAI_MOSQUEthumbnail.jpg" alt="" /></p>
<p>Masa-masa itu masjid yang terdiri dari dua tingkat dan berkubah kecil berwarna hijau ini sempat tiga kali berpindah tangan.  Pertama dijadikan sebuah pusat rekreasi untuk anak muda.  Lalu berganti menjadi tempat para pengungsian dari Kamboja, dan terakhir disewakan menjadi gereja.  Namun semuanya tidak bertahan lama.    Tahun 1991 sebuah dewan yang bernama Islamic Council of Iowa kembali membeli gedung itu dan memperbaikinya menjadi masjid kembali dengan tambahan ‘gelar’ Islamic cultural and heritage center.<br />
Walau cukup mungil, namun masjid berarsitektur ‘country’ ini memiliki dua tingkat dengan lantai bawah untuk shalat dan lantai atas untuk menyelenggarakan acara-acara sosial.  Masjid ini melayani penduduk muslim Cedar Rapids yang berjumlah sekitar 700 keluarga dari 30 negara Muslim yang berbeda.  Konon diantara mereka adalah keturunan dari Hajji Abbas Habab dan saudara laki-lakinya, seorang muslim pertama yang datang ke Iowa sekitar tahun 1880-1888.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/mothermosquethumbnail.jpg" alt="" /></p>
<p>Keberadaan masjid ini disempurnakan dengan pembuatan taman pemakaman umum untuk umat Islam yang didirikan di tanah yang didonasikan oleh seorang pebisnis lokal bernama William Yahya pada tahun 1948.  Pemakaman tersebut menjadi pemakaman Islam pertama di Amerika.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/FaiMosque.jpg" alt="" /></p>
<p>Masjid Ibu kini terdaftar sebagai salah satu situs bersejarah di Negara bagian Iowa, sekaligus terdaftar sebagai salah satu tempat bersejarah nasional,  dengan  nama kuil muslim.  Masjid Ibu atau Mother Mosque menjadi kebanggaan masyarakat Amerika, serta menjadi salah satu lambang pluralisme dan perdamaian antara pemeluk-pemeluk agama berbeda yang hidup di Amerika. [teks:Esthi/foto:berbagai sumber]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-dengan-panggilan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Masjid Bernuansa Turki di Sydney</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-bernuansa-turki-di-sydney/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-bernuansa-turki-di-sydney/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 09:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[turki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11255</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah masjid berdisain unik hadir di Auburn Sydney menyempurnakan keragaman yang tersaji di Negara kangguru ini. Sydney adalah kota terbesar di Australia dan ibu kota Negara bagian New South Wales. Sydney merupakan salah satu kota paling multicultural di dunia, yang tercermin dari perannya sebagai kota tujuan utama bagi imigran ke Australia. Auburn adalah salah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebuah masjid berdisain unik hadir di Auburn Sydney menyempurnakan keragaman yang tersaji di Negara kangguru ini.<br />
</strong><br />
Sydney adalah kota terbesar di Australia dan ibu kota Negara bagian New South Wales.  Sydney merupakan salah satu kota paling multicultural di dunia, yang tercermin dari perannya sebagai kota tujuan utama bagi imigran ke Australia.  Auburn adalah salah satu wilayah di pinggir Barat sekitar 19 km dari pusat kota Sydney.  Tempat ini banyak menyajikan toko-toko, restauran dan supermarket yang dibuka oleh orang-orang dari Timur Tengah dan Asia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/Auburn_Gallipoli_Mosque.jpg" alt="" /></p>
<p>Keberagaman penduduk di Auburn mewakili keberagaman penduduk di daerah-daerah lain di Australia.  Bahkan penduduknya memiliki satu hari di tanggal 21 Maret sebagai hari Harmoni, yaitu hari dimana seluruh penduduk merayakan keberagaman yang ada di Negara ini, diantaranya keragaman budaya dan agama.  Tak heran jika ditempat ini juga terdapat sebuah masjid bagi umat muslim.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/auburn.jpg" alt="" /></p>
<p>Satu  masjid yang sangat indah dengan arsitektur yang berasal dari kekalifahan Utsmani (Ottoman) digagas oleh komunitas orang-orang Turki yang tinggal di wilayah ini. Namun masjid ini tidak untuk orang Turki semata, karena pembuatan masjid ini membutuhkan biaya enam juta dolar Australia yang dikumpulkan dari berbagai etnik beragama Islam yang tinggal di Sydney dan sekitarnya.</p>
<p>Bangunan masjidnya sendiri berada di area seluas 4000 M².  Arsitek yang bertanggung jawab pada pembangunan ini adalah arsitek dari Turki, Omer Kirazoglu, dibantu oleh Ahmet Asim sebagai pelaksana pembangunan.  Awalnya masjid adalah semacam rumah  dengan dinding-dinding terbuka untuk mendapatkan ruang shalat yang lebih besar dan dibuka pada tanggal 3 November 1979.  Kemudian tempat ibadah ini disempurnakan menjadi masjid yang konstruksinya dimulai tahun 1986.  Masjid ini meniru masjid Sultan Ahmed di Istambul, Turki.  Baru setelah 20 tahun kemudian sejak pertama kali adanya tempat ibadah di tempat ini, masjid Auburn Gallipoli akhirnya diresmikan pada 28 November 1999.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/auburn4.jpg" alt="" /></p>
<p>Masjid ini mampu menampung sekitar 5000 umat, dengan eksterior terdiri dari sebuah kubah yang sangat luas dan 8 semi kubah dengan 2 menara.  Diameter dari kubah utama adalah 16.6 m, sedangkan tinggi menara adalah 39 m.  Di bawah kubah utama terdapat 8 kolom dan ditopang beberapa semi kubah.  Dinding dan keramik lantainya berhias mosaik berwarna-warni.  Jendela terbuat dari kaca berwarna, sedangkan jendela yang melingkari kubah dihiasi oleh asmaul husna.</p>
<p>Dalam masjid terlihat indah disempurnakan dengan karpet dari Turki, tulisan-tulisan Arab di dinding berwarna emas, dan lampu-lampu gantung yang antik dan mewah.  Walaupun umat Islam di Australia hanya 1,7% dari seluruh penduduk, namun kehadiran masjid Auburn Gallipoli turut meramaikan keberagaman yang ada disana.  [esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/sebuah-masjid-bernuansa-turki-di-sydney/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Madrasah-madrasah Tua di Alepo</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/mengunjungi-madrasah-madrasah-tua-di-alepo/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/mengunjungi-madrasah-madrasah-tua-di-alepo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 10:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11200</guid>
		<description><![CDATA[Kota Alepo, Siria menarik untuk dikunjungi. Salah satu obyek yang dapat dinikmati di tempat ini adalah adanya gedung-gedung madrasah tua yang sangat indah. Alepo adalah kota terbesar dan terpadat penduduknya di Siria. Menurut sensus tahun 2005 penduduk Alepo mencapai 2.301.570. Kota ini merupakan kota yang dihuni sejak abad ke enam abad sebelum kelahiran Yesus. Berabad-abad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Alepo, Siria menarik untuk dikunjungi.  Salah satu obyek yang dapat dinikmati di tempat ini adalah adanya gedung-gedung madrasah tua yang sangat indah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/peta%20alepo.jpg" alt="" /></p>
<p>Alepo adalah kota terbesar dan terpadat penduduknya di Siria.  Menurut sensus tahun 2005 penduduk Alepo mencapai 2.301.570.  Kota ini merupakan kota yang dihuni sejak abad ke enam abad sebelum kelahiran Yesus.  Berabad-abad kota ini terkenal sebagai tempat bermukimnya Dinasti Otoman setelah Constantinopel dan Cairo.  Walaupun dekat dengan Damaskus, namun Alepo memiliki ciri khas dibidang arsitektur dan budaya yang menjadikan kota ini unik dan berbeda.</p>
<p>Banyak sekali gedung-gedung peninggalan beraksitektur Islam yang menjadi ciri khas kota ini dan menarik untuk dikunjungi.  Walaupun modernisasi melanda kota ini, namun Alepo tetap mempertahankan ke khasannya, bahkan sempat menerima penghargaan “Islamic Capital of Culture 2006”  Beberapa gedung yang menarik untuk dikunjungi adalah beberapa madrasah tua&#8211; tempat penduduk Alepo dahulu menimba ilmu agama&#8211; yang tetap dijaga dan dipertahankan dari bentuk awalnya.  Beberapa madrasah tersebut antara lain:</p>
<p>Madrasah Al Uthmaniyah</p>
<p>Madrasah yang awalnya bernama Madrasah Ridaiya ini terdapat di Utara distrik Bab al-Nasr, bagian kota tua dari Alepo.  Dibuat oleh Pasha Al Duraki dari dinasti Otoman di tahun 1730. Di dalam kompleks madrasah ini terdapat sebuah masjid, juga menara-menara yang diakui sebagai menara tertinggi di Alepo.  Bangunan madrasah sendiri terletak di dalam halaman atau kebun yang cukup luas.  Di dalamnya terdapat 42 ruangan yang dulunya aktif terpakai untuk kegiatan belajar mengajar keagamaan.</p>
<p>Madrasah Al Zahiriyah</p>
<p>Kompleks madrasah Al Zahiriyah terdapat diantara Madrasah Kamiliyah dan madrasah Firdaws.  Sekitar 500 meter di sebelah Selatan dari Bab al Maqam di Alepo.  Dibuat oleh Az Zahir Ghazi di tahun 1217.  Gedungnya terdiri dari sebuah portal terbuka untuk memasuki halaman.  Terdapat sebuah masjid dengan kubah dan malqaf yang menghadap Tenggara.  Kubah menutupi sebuah mausoleum atau kuburan tua.  Sedangkan ruangan untuk belajar terletak di sebelah Selatan teluk Barat.</p>
<p>Madrasah Al Firdaws</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/madrasah-al-firdawsthumb.jpg" alt="" /></p>
<p>Kompleks madrasah ini terletak di bagian Barat Daya Bab al Maqam di Alepo.  Madrasah ini adalah madrasah terbesar dan yang paling terkenal di Alepo.  Madrasah ini dibangun tahun 1235-36 dalam era Ayyubid dibawah perlindungan Dayfa Khatun, istri dari gubenur Ayyubid di Alepo, Al Zahir Ghazi. Terdapat 11 kubah dengan empat pintu masuk.  Sayangnya tiga dari keempat pintu kini ditutup dan hanya menyisakan satu pintu masuk di bagian Timur.  Pintu utama dengan hiasan dalam kubah (muqarna) yang tajam dan memanjang khas arsitektur Ayubid.  Sedangkan di sebelah Selatan terdapat masjid dengan dua kubah dan mihrab yang terbuat dari marmer putih.</p>
<p>Madrasah Al Sultaniyah</p>
<p>Kompleks madrasah ini terdapat seberang dari benteng kota Alepo.  Madrasah ini juga merupakan tempat pemakaman dari sultan Malik al Zaher, putra dari Sultan Saladin dari dinasti Ayubid. Kompleks ini dibuat sekitar tahun 1223.</p>
<p>Madrasah Al Halawiyah</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/al%20halawiyah.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/12/madrasah%20al%20halawiyah.jpg" alt="" /></p>
<p>Bangunan dari madrasah ini dibuat sekitar abad ke lima dan awalnya merupakan sebuah katedral yang dikenal dengan Katedral Byzantine.  Katedral ini beralih menjadi masjid di tahun 1123, saat rejim Balak Ibn Bahram Ibn Ourtoq.  Gedung ini memiliki halaman yang sempit dengan kapel yang masih asli dengan 8 kolom Korintus khas gereja.  Ruangan dalamnya yang luas mempermudah transformasi dari kapel menjadi masjid. Bersebrangan dengan masjid merupakan madrasah yang merupakan pengikut dari sekolah Hanafi di tahun 1149, dalam rejim Nur Al-Din.[teks:esthi/foto:flickr, miniwiki.org, worldpoi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/mengunjungi-madrasah-madrasah-tua-di-alepo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menengok Banya Bashi, Masjid Tua di Bulgaria</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/menengok-banya-bashi-masjid-tua-di-bulgaria/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/menengok-banya-bashi-masjid-tua-di-bulgaria/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2010 13:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11175</guid>
		<description><![CDATA[Negara di Eropa timur ini ternyata memiliki satu masjid tua yang menarik untuk ditilik. Bulgaria ternyata menyimpan satu bangunan bersejarah yang unik. Sebuah masjid peninggalan kekalifahan Utsmani (Ottoman), Turki, saat dinasti ini menguasai pusat kota. Kekhalifahan Utsmani berkuasa di Bulgaria lebih dari lima abad (abad ke-14 hingga ke-19). Masjid yang terletak di kawasan Boulevard Maria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Negara di Eropa timur ini ternyata memiliki satu masjid tua yang menarik untuk ditilik.</p>
<p>Bulgaria ternyata menyimpan satu bangunan bersejarah yang unik.  Sebuah masjid peninggalan kekalifahan Utsmani (Ottoman), Turki, saat dinasti ini menguasai pusat kota. Kekhalifahan Utsmani berkuasa di Bulgaria lebih dari lima abad (abad ke-14 hingga ke-19).  Masjid yang terletak di kawasan Boulevard Maria Luiza di pusat Kota Sofia ini dibangun dibawah pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/map%20of%20bulgaria.jpg" alt="" /></p>
<p>Banya Bashi sendiri berarti banyak pemandian.  Karena ternyata masjid ini konon dibangun di tempat pemandian air panas.  Kadang masih terlihat uap keluar dari celah-celah tanah di dekat tembok masjid, menambah keunikan masjid yang dibangun tahun 1576 ini. Banya Bashi ternyata tidak hanya tertua di Bulgaria, namun juga merupakan salah satu masjid tertua di Eropa.  Tidak heran karena Islam masuk ke wilayah Eropa Timur sejak ratusan tahun lalu dan jejak kejayaannya masih terlihat hingga kini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/banya%20bashi2.jpg" alt="" /></p>
<p>Masjid Banya Bashi merupakan hasil dari salah satu arsitek Turki Utsmani, Kodja Mimar Sinan.  Sinan memang dikenal dengan karya-karya arsitekturnya yang hebat.  Konon selama hidupnya, tak kurang dari 476 karya arsitektur telah diciptakannya.  Di Bulgaria sendiri terdapat 1500 masjid, namun karena langkanya imam yang ada disana.  Banyak masjid yang terpaksa ditutup.  Padahal komunitas muslim di kota Sofia sendiri mencapai 8.614 jiwa.</p>
<p>Masjid dengan kubah besar dan menara tinggi menjulang ini tampak seperti bentuk pinsil yang ditancapkan ke tanah.  Penggunaan batu bata merah membuat bangunan menara tampak menonjol dibanding bangunan lain di kawasan pusat Kota Sofia.  Bangunan ini juga memiliki empat kubah yang berwarna putih.  Satu kubah berukuran besar berada di bagian tengah atap masjid.  Sedangkan ketiga kubah lainnya yang lebih kecil berjajar di samping kubah utama.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/BanyaBashi1thumb.jpg" alt="" /></p>
<p>Berbeda dengan eksterior kubah yang berwarna putih, dinding bagian luar masjid hampir seluruhnya didominasi warna merah kecoklat-coklatan.  Warna ini dikarenakan masjid menggunakan bahan baku batu bata pada dindingnya.  Sedangkan disain lengkung tampak menghiasi bagian luar pintu masuk menuju ke ruangan shalat.  Disain yang sama digunakan pula pada saluran ventilasi udara yang terdapat pada dinding-dinding masjid.</p>
<p>Bulgaria sendiri adalah satu-satunya negara Uni Eropa yang kaum Muslimnya bukanlah kaum imigran baru, melainkan anggota komunitas setempat yang berusia ratusan tahun.  Dewan Fatwa menghitung persentasenya hampir sebesar 25%.  Mayoritas Muslim di Bulgaria tinggal di wilayah Barat Laut dan di pegunungan Rhodope.  Muslim Bulgaria terdiri atas sejumlah etnis yang terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu Turki, Bulgaria, Roma dan yang lainnya.[esthi]</p>
<hr />
<p>Jika tertarik berkunjung ke negara ini, beberapa hotel di bawah ini dapat dicoba;</p>
<p>Sheraton Sofia Hotel Balkan<br />
Letaknya 0,3 km dari Banya Bashi Mosque</p>
<p>Light Hotel<br />
Letaknya 0,3 km dari Banya Bashi Mosque</p>
<p>Arena Di Serdica Hotel<br />
Letaknya 0,5 km dari Banya Bashi Mosque</p>
<p>Grand Hotel Sofia<br />
Letaknya 0,6 km dari Banya Bashi Mosque</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/menengok-banya-bashi-masjid-tua-di-bulgaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Bidya, Masjid Tertua di Fujairah</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/al-bidya-masjid-tertua-di-fujairah/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/al-bidya-masjid-tertua-di-fujairah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 08:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11143</guid>
		<description><![CDATA[Fujairah merupakan salah satu wilayah dari Uni Emirat Arab yang jarang terdengar, namun ternyata menyimpan masjid bersejarah yang unik. Fujairah adalah salah satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab. Fujairah merupakan salah satu emirat yang sedang berkembang secara ekonomi, sosial dan pariwisata. Walaupun pembangunan di Fujairah sangat pesat, namun situs-situs sejarah juga dirasakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fujairah merupakan salah satu wilayah dari Uni Emirat Arab yang jarang terdengar, namun ternyata menyimpan masjid bersejarah yang unik.</p>
<p>Fujairah adalah salah satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab.  Fujairah merupakan salah satu emirat yang sedang berkembang secara ekonomi, sosial dan pariwisata.  Walaupun pembangunan di Fujairah sangat pesat, namun situs-situs sejarah juga dirasakan penting disini.  Terutama sejarah Fujairah berawal dari periode lahirnya nabi Isa.  Tempat ini juga utama bagi para imigran yang datang dari Jazirah Arab.</p>
<p>Total luas Fujairah hanyalah 1450 Km ², termasuk pegunungan, oase, padang pasir dan dataran rendah.  Jumlah penduduknya hanyalah sekitar 100.000 orang.  Namun tempat ini merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan.  Terutama tempat-tempat bersejarah, yang menyimpan berbagai peninggalan masa lalu.  Salah satu tempat yang paling terkenal di Fujairah adalah masjid Al Bidya atau Al Bidayah.  Sering juga disebut sebagai Masjid Otoman. Masjid unik berarsitektur Otoman ini merupakan situs bersejarah yang sayang untuk dilewatkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/albidyahmosque.jpg" alt="" /></p>
<p>Masjid Al Bidya merupakan masjid tertua di Uni Emirat Arab dan terletak sekitar 35 km di Utara kota Fujairah.  Dibuat dari lempung tanah liat, pembuatan masjid ini tampak masih sangat sederhana.  Bentuknya kecil, hanya sekitar 7 m²,  dengan empat kubah bertingkat yang tidak terlalu tinggi.  Mihrabnya pun sederhana dan sempit, dengan cerukan di dinding yang menunjukan arah Mekkah, dilengkapi dengan mimbar yang juga kecil. Yang menarik masjid ini hanya ditopang satu pilar saja.</p>
<p>Menurut analisa radio karbon yang dilakukan oleh para ahli, masjid Al Bidyah mungkin dibuat sekitar 1446 tahun setelah kelahiran Nabi Isa, atau sekitar 500 tahun yang lalu.  Masji ini dibangun pada era pemerintahan Otoman, dan menggambarkan arsitektur Islam era itu yang berbeda dari era-era yang lain.  Masjid ini tentu saja mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk tetap dilestarikan.</p>
<p>Boks:<br />
Berbagai tempat wisata lain di Fujairah<br />
Ternyata masih banyak lagi tujuan wisata lain yang menarik untuk dikunjungi di Fujairah selain Masjid Al Bidya.  Diantaranya;</p>
<p>Fujairah Fort</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/fujairah fort.jpg" alt="" /></p>
<p>Merupakan benteng tertua di tempat ini dan dibuat di atas sebuah bukit tahun 1670.  Tempat ini merupakan tempat pertahanan.  Pada benteng ini terdapat dua menara berbentuk bulat dan satu menara berbentuk kotak.   Tempat ini sempat dihancurkan oleh Inggris pada awal abad 20, namun sudah kembali berdiri dengan kokoh karena renovasi yang dilakukan oleh pemerintah Uni Emirat Arab.</p>
<p>Fujairah Heritage Village</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/heritage village 1.jpg" alt="" /></p>
<p>Satu desa di Fujairah yang dilestarikan dan dibiarkan tetap seperti aslinya.  Dengan rumah-rumah dari tanah liat, dan lengkap dengan isinya yang merupakan peralatan rumah tangga, peralatan pertanian dan sebagainya.  Tempat ini dapat memberi gambaran bagaimana penduduk Fujairah hidup di masa lalu.</p>
<p>Museum Fujairah</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/museum.jpg" alt="" /></p>
<p>Museum ini berisi benda-benda bersejarah di masa lalu.  Seperti artefak yang ditemukan di Bithnah dan Qidfa.  Bahkan benda-benda dari jaman perunggu, sekitar 4500 tahun lalu. Berbagai benda seperti perhiasan, gerabah, peralatan perang dari masa lalu dan sebagainya tentu sangat menarik untuk disaksikan di museum ini.<br />
Selain tempat-tempat di atas, masih banyak lagi tempat-tempat yang menyajikan keindahan alam Fujairah, seperti kolam air panas, air terjun, lembah yang indah dan sebagainya.[esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/al-bidya-masjid-tertua-di-fujairah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meninjau Jejak Champa di Vietnam</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/meninjau-jejak-champa-di-vietnam/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/meninjau-jejak-champa-di-vietnam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2010 08:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11102</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah menunjukan kedekatan kita dengan kerajaan Champa. Ternyata kita masih bisa menelusuri peninggalannya dan menemui keturunannya di Vietnam. Masihkah ingat pelajaran sejarah di sekolah mengenai Kerajaan Champa. Misalnya istri dari Raja Kertawijaya dari Majapahit yang berhasil menyunting putri Darawati seorang putri dari kerajaan Champa yang beragama Islam. Beberapa anggota Walisongo juga dikatakan pernah bermukim di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah menunjukan kedekatan kita dengan kerajaan Champa.  Ternyata kita masih bisa menelusuri peninggalannya dan menemui keturunannya di Vietnam.</p>
<p>Masihkah ingat pelajaran sejarah di sekolah mengenai Kerajaan Champa.  Misalnya istri dari Raja Kertawijaya dari Majapahit yang berhasil menyunting putri Darawati seorang putri dari kerajaan Champa yang beragama Islam.  Beberapa anggota Walisongo juga dikatakan pernah bermukim di kerajaan Champa sebelum menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/vn-map-big1thumb.jpg " alt="" /></p>
<p>Kerajaan Champa, yang daerahnya meliputi area pegunungan di sebelah Barat daerah pantai Indochina, yang dari waktu ke waktu meluas dan meliputi wilayah Laos sekarang, memang memiliki hubungan perdagangan dan budaya yang sangat erat dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia dahulu.  Beberapa daerah Champa ternyata terdapat di Vietnam dan sangat menarik jika ditelusuri.</p>
<p>Pada awalnya Champa memiliki hubungan budaya dan agama yang erat dengan Tiongkok, namun peperangan dan penaklukan terhadap wilayah tetangganya, yaitu kerajaan Funan pada abad ke – 4 menyebabkan masuknya budaya India.  Agama Syiwaisme pernah mendominasi Champa.  Namun setelah abad ke-10, perdagangan laut dari Arab ke wilayah ini membawa pengaruh budaya dan agama Islam ke masyarakat Champa.</p>
<p>Pada abad ke-17 keluarga bangsawan para tuanku Champa mulai memeluk agama Islam.  Sehingga kebanyakan orang Champa beragama Islam. Bahkan orang Vietnam Muslim kebanyakan  adalah orang Champa.  Namun seperti juga orang Jawa di Indonesia yang mendapat pengaruh dari Hindu.  Sehingga sebagian dari orang Champa  akhirnya menjadi pemeluk Hindu.  Tidak heran jika, seperti juga di Indonesia, orang-orang Champa yang tinggal dipedesaan mencampur Islam dengan budaya dan elemen-elemen animism yang telah ada sebelumnya.</p>
<p>Jika kita berjalan-jalan ke Vietnam bagian tengah, ternyata masih banyak orang Champa yang tinggal dan bermukim.   Disana kita akan menemukan banyak sekali masjid dan surau. Namun tak ketinggalan peninggalan kerajaan Champa yang telah ditetapkan menjadi situs peninggalan dunia oleh Unesco, yaitu Mỹ Sơn.  Semacam candi peninggalan kerajaan Champa yang beragama Hindu dan sayang jika dilewatkan.<br />
Kehidupan masyarakat kampung Champa yang lebih dikenal dengan orang-orang Cham, terutama yang beragama Islam, sangat unik.  Berbeda dengan masyarakat Vietnam pada umumnya.  Mereka tinggal di tempat yang mereka sebut sebagai “kampongs”.  Laki-laki Champa mengenakan sarung “batik lungi” yang diikat sampai pinggang.  Mereka juga mengenakan semacam peci berwarna putih yang disebut “Kapea”.  Orang-orang tua akan terlihat mengenakan baju muslim dan sorban yang dinamakan “sunnah”.<br />
Beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi, antara lain:</p>
<p>Candi Mỹ Sơn</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/My_Son,_Vietnamthumb.jpg " alt="" /></p>
<p>Dibuat antara abad 4 sampai 14 masehi oleh Raja Champa.  Candi ini dibuat untuk dewa Shiva yang dikenal di Vietnam sebagai Bhardresvara.  Candi ini terletak di dekat desa Duy Phu, di Vietnam tengah, sekitar 69 km dari Da Nang.  Tempat ini dulu adalah tempat untuk upacara keagamaan, juga tempat pekuburan anggota kerajaan Champa serta para pahlawannya.  Candi ini kerap dibandingkan dengan candi-candi lain, seperti Borobudur dari Indonesia, Angkor Wat dan Kamboja, Bagan dari Myanmar atau Ayutthaya dari Thailand.</p>
<p>Museum Patung-patung peninggalan Kerajaan Champa</p>
<p>Museum ini terletak di Da Nang, Vietnam tengah.  Di museum ini dapat ditemukan berbagai patung peninggalan kerajaan Champa dan sangat diminati oleh para turis mancanegara.<br />
Berbagai masjid dan surau milik orang-orang Champa</p>
<p>Masjid Al Ehsan</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/masjid-al-ehsanthumb.jpg " alt="" /></p>
<p>Dibuat tahun 1937 dan direnovasi tahun 1992.  Masjid ini masih digunakan oleh sekitar 200 keluarga Champa.  Tempat ini juga terdapat sekolah khusus Islam.</p>
<p>Masjid Jami Musulmane.<br />
Dibuat tahun 1930 oleh seorang muslim berkebangsaan India.  Namun akhirnya dipegang oleh orang-orang Champa.  Kini ada sekitar 3 keluarga Champa tinggal di sekeliing masjid ini. Sedangkan pengunjung masjid lain adalah pendatang dari Chau Doc dan Ninh Thuan.</p>
<p>Masjid Jami Sunnah dibuat tahun 1982 untuk sekitar 82 keluarga Champa.  Diperbaiki kembali tahun 2000.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/masjid jamiaus sunnah.jpg " alt="" /></p>
<p>Masjid Jami Al Anwar<br />
Masjid ini dibangun tahun 1965 sebagai surau.  Lalu direnovasi sebagai masjid tahun 1968.  Masjid ini mampu menampung 240 orang keluarga Champa. Pada saat shalat Jum’at masjid ini dipenuhi umat hingga ke badan jalan.[esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/meninjau-jejak-champa-di-vietnam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hyderabad, Kota Beragam Budaya</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/hyderabad-kota-beragam-budaya/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/hyderabad-kota-beragam-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 07:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11048</guid>
		<description><![CDATA[Hyderabad merupakan kota unik yang sangat menarik untuk dikunjungi karena ragam budaya yang tersaji disana. Hyderabad merupakan sebuah kota yang terletak di bagian tengah India. Tepatnya merupakan ibu kota Negara bagian Andhra Pradesh, dan menjadi kota kelima terbesar di India. Di kota ini bisa dikatakan bertemunya beragam budaya. Terutama budaya India Utara dan India Selatan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hyderabad merupakan kota unik yang sangat menarik untuk dikunjungi karena ragam budaya yang tersaji disana.</strong></p>
<p>Hyderabad merupakan sebuah kota yang terletak di bagian tengah India.  Tepatnya merupakan ibu kota Negara bagian Andhra Pradesh, dan menjadi kota kelima terbesar di India.  Di kota ini bisa dikatakan bertemunya beragam budaya.  Terutama budaya India Utara dan India Selatan.  Namun di kota ini juga banyak dihuni oleh orang Muslim, Hindu dan komunitas Kristen yang saling berdampingan selama ratusan tahun dengan damai.  Sayangnya belakangan tersiar berita beberapa peristiwa pemboman yang merusak kedamaian yang telah tercipta.</p>
<p>Konon menurut legenda yang beredar, Muhammad Quli, pendiri kota ini pernah jatuh cinta dengan seorang gadis Banjara setempat yang bernama Bhagamathi.  Lalu ia menamakan kota ini dengan Bhagyanagaram. Namun setelah gadis itu masuk Islam, maka ia mengubah nama sang gadis menjadi Hyder Mahal.  Kota inipun berubah menjadi Hyderabad atau berarti kota dari Hyder.</p>
<p>Salah satu kenyataan unik adalah banyaknya tempat-tempat peribadatan dari berbagai agama.  Orang-orang di kota ini bebas mengekspresikan kepercayaan mereka pada Tuhan dengan cara yang beragam, sesuai tuntunan agama mereka masing-masing.  Karenanya jangan heran jika banyak ditemukan berbagai tempat suci, tempat peribadatan maupun bangunan-bangunan dengan arsitektur yang berbeda  bentuk mewarnai berbagai sudut kota ini.</p>
<p>Beberapa bagian di kota ini sangat menarik untuk dikunjungi.  Terutama karena kota ini merupakan sebuah kota tua dengan sejarah yang unik, sehingga menjelajahi kota ini pastilah seru dan menyenangkan.  Beberapa tempat yang dapat dikunjungi di kota ini, antara lain:</p>
<p>Charminar</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/facts-about-charminarthumb.gif" alt="" /></p>
<p>Charminar adalah monumen yang sangat terkenal di Hyderabad, terletak di perpotongan dua jalan besar.  Di buat oleh Mohammad Quli Qutub Shah tahun 1591, sesaat setelah ia memindahkan pusat pemerintahan dari Gokonda ke Hyderabad.  Charminar merupakan gabungan empat menara yang saling terhubung dari granit dan marmer setinggi 20 meter dengan masing-masing menara selebar 11 meter.  Di dalam masing-masing menara terdapat tangga melingkar terdiri dari 149 anak tangga menujuk ke puncak menara, dimana para turis dapat melihat pemandangan indah kota Hyderabad.</p>
<p>Keempat sisi Charminar dibuat untuk kebutuhan yang berbeda.  Satu sisi untuk istana.  Satu sisi lagi untuk tempat peristirahatan para emir dan nawab.  Satu lagi untuk para pengusaha dan yang terakhir untuk rakyat biasa.  Di sekitar tempat itu terdapat bazaar  atau pasar yang menggambarkan pasar-pasar di jaman Baghdad dan Istambul jaman dahulu, menjual berbagai perhiasan, baju-baju muslim dan makanan.</p>
<p>Golkonda</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/Golkonda-Fortthumb.gif" alt="" /></p>
<p>Golkonda merupakan sebuah kota kuno yang terletak sekitar 11 km di Barat Hyderabad, dan dulu adalah pusat pemerintahan sebelum akhirnya dipindahkan ke Hyderabad. Pendiri kota ini adalah Ibrahim Quli Qutb Shah Wali, raja ke empat dari keluarga Qutb.  Ibrahim mengikuti leluhurnya, raja-raja Qutub Shahi yang memerintah di Golkonda sejak tahun 1512.  Tempat ini juga dibuat untuk mencegah serbuan kaum Mughal dari utara.</p>
<p>Masjid Toli</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/toli-masjidthumb.gif " alt="" /></p>
<p>Masjid Toli adalah salah satu masjid yang paling indah dengan arsitektur dari jaman Qutb Shahi.  Dibuat pada rejim Sultan Abdullah Qutb shah, oleh Musa Khan Mahaldar, salah seorang arsitek kesultanan ini.  Masjid ini diapit oleh menara di kedua sisinya, dan teras yang tinggi dengan tangga dari depan dan kedua sisinya.</p>
<p>Masjid Mecca</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/Mecca_Mosque_in_Hyderabadth.gif " alt="" /></p>
<p>Masjid Mecca adalah salah satu masjid terkuno dan terbesar di kota Hyderabad.  Masjid ini dibuat oleh Muhammad Quli Qutub shah tahun 1617 dengan supervise Mir Faizullah Baig dan Rangiah Choundhary.  Pemimpin Mughal, Aurangzeb menyelesaikannya pada tahun 1694.  Sehingga membutuhkan sekitar 77 tahun untuk membuatnya menjadi sempurna seperti yang kita lihat sekarang.  Masjid ini cukup besar untuk bisa menampung 10.000 umat pada waktu yang sama.  Mengapa dinamakan Masjid Mecca, karena tanah yang dipakai untuk membuat batu batanya konon dibawa khusus dari tanah Makkah.[esthi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/hyderabad-kota-beragam-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejenak Meninjau Sabah</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/sejenak-meninjau-sabah/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/sejenak-meninjau-sabah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 08:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agushery</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=11000</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kita ketahui tentang tetangga kita, Sabah? Jika kita melongok ke arah Utara Kalimantan, maka kita akan berbatasan dengan wilayah Malaysia, yaitu Sabah. Sabah lebih kecil dari tetangganya, Sarawak dan ibu kota Negara bagian ini adalah Kota Kinabalu. Sebagai tetangga, mungkin sedikit sekali yang kita kenal tentang Sabah. Karenanya, mengapa tidak kali ini kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kita ketahui tentang tetangga kita, Sabah?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/sabahmapcityt.jpg" alt="" /></p>
<p>Jika kita melongok ke arah Utara   Kalimantan, maka kita akan berbatasan dengan wilayah Malaysia, yaitu Sabah.  Sabah lebih kecil dari tetangganya, Sarawak dan ibu kota Negara bagian ini adalah Kota Kinabalu.  Sebagai tetangga, mungkin sedikit sekali yang kita kenal tentang Sabah.  Karenanya, mengapa tidak kali ini kita meninjau Sabah sejenak untuk mengetahui apa saja yang ada disana, terutama di Kota Kinabalu.<br />
Kota Kinabalu atau yang mendapat sebutan KK terdapat di bagian Timur Laut dari wilayah Indonesia dan langsung menghadap ke Laut China.  Pemandangan alam Sabah sangat cantik, dengan pantai berpasir putih dan gunung Kinabalu yang mudah dijangkau.  Kota ini juga memiliki beberapa tempat tujuan wisata yang bisa kita intip bersama. Apa saja yang ada di sana?</p>
<p>Sabah State Mosque<br />
Salah satu bangunan berarsitektur paling indah di Sabah adalah Sabah State Mosque atau Masjid Sabah.  Dengan kubah megah berhias motif zigzag dari emas.  Masjid ini terdapat di pusat kota dan dapat menampung sekitar 5000 umat sekali waktu.  Dalam masjid ini ada balkon khusus yang dialokasikan untuk perempuan melakukan ibadahnya.  Masjid ini juga menjadi tempat kunjungan wisata bagi turis mancanegara dengan ijin khusus.  Tentu saja aturan berbusana untuk memasuki masjid ini dijaga ketat.  Misalnya mengenakan pakaian yang sopan dan pantas dengan kerudung kepala bagi pengunjung perempuan.</p>
<p>Sabah State Museum</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/saba-t.jpg" alt="" /></p>
<p>Museum Sabah adalah tempat yang tepat untuk melihat koleksi bersejarah dari masyarakat Borneo yang bermukim di daerah ini.  Museum ini juga mempertunjukkan berbagai macam flora dan fauna yang hanya dapat ditemui di Sabah.</p>
<p>Menara Tun Musthapa</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/Tun-Mustapha-Tower-t.jpg" alt="" /></p>
<p>Menara ini dibuat tahun 1977 dan menjadi gedung kedua tertinggi di Borneo setelah Wisma Sanyan di Sibu, diikuti dengan Gedung Kementrian Keuangan di Bandar Sri Begawan, Brunei  Darusalam.  Gedung 30 tingkat berbentuk lingkaran terbuat dari kaca mencapai tinggi 122 meter dan dinamakan sesuai dengan nama Ketua Menteri Sabah pada saat itu; Tun Datu Musthapa. Di dalam gedung ini terdapat auditorium, dua teater mini, ruang eksibisi, gymnasium, taman bermain dan perpustakaan, juga restaurant.</p>
<p>Menara Jam Atkinson</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/11/Atkinson_clock_towert.jpg" alt="" /></p>
<p>Menara ini dibuat sejak tahun 1903 dari kayu dengan tanpa menggunakan paku.  Dibuat untuk mengenang Francis George Atkinson, seorang District Officer yang memimpin daerah Borneo utara dan meninggal diusia 28 tahun.</p>
<p>Gunung Kinabalu<br />
Terdapat di tengah-tengah taman nasional Kinabalu.  Di taman ini terdapat berbagai spesies tanaman dan binatang khas daerah ini.  Sedangkan gunung Kinabalu memiliki tinggi 4095m yang menarik untuk dilakukan pendakian di beberapa tempat.  Di tempat ini juga tersedia pemandian air panas di tempat terbuka yang tentu menyenangkan untuk dicoba.</p>
<p>Beberapa tempat lain yang juga menarik untuk dikunjungi terletak di luar kota Kinabalu, yaitu tempat perlindungan orang utan di dekat kota Sandakan, pulau Sipadan tempat yang menarik untuk melakukan penyelaman,  Tuaran tempat yang banyak menyajikan kerajinan tangan dan banyak lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/sejenak-meninjau-sabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

