<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:17:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Apakah Hikmah Pengulangan dalam al-Qur&#8217;an?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/apakah-hikmah-pengulangan-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/apakah-hikmah-pengulangan-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 08:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16331</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Saya menemukan banyak pengulangan dalam al-Qur’an termasuk pengulangan kisah-kisahnya. Mengapa demikian? Bukankah pengulangan itu mubazir? [Hamba Allah - via formulir pertanyaan] Jawab: Wa&#8217;alaikumussalam wr. wb. al-Qur’an bukanlah sebuah kitab ilmiah seperti kitab-kitab lainnya yang dikenal para ilmuwan. Ia adalah kitab dakwah yang turun berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, pengulangan perintah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Saya menemukan banyak pengulangan dalam al-Qur’an termasuk pengulangan kisah-kisahnya. Mengapa demikian? Bukankah pengulangan itu mubazir?</p>
<p>[Hamba Allah - via <a href="http://psq.or.id">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam wr. wb.</p>
<p>al-Qur’an bukanlah sebuah kitab ilmiah seperti kitab-kitab lainnya yang dikenal para ilmuwan. Ia adalah kitab dakwah yang turun berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu, pengulangan perintah dan larangannya atau kisah-kisahnya menjadi sangat wajar. Bukankah Anda dapat saja mengulang perintah atau kisah yang sama kepada seseorang tertentu, bila Anda mengetahui bahwa dia belum melaksanakannya secara sempurna atau menangkap pesan Anda? Ini kalau memang benar dugaan Anda bahwa ada pengulangan kisah di dalam al-Qur’an.</p>
<p>Namun, kenyataannya tidak demikian. Misalnya, kisah Mûsâ banyak sekali ditemukan dalam berbagai surah al-Qur’an. Jika Anda mengamati redaksinya, Anda pasti menemukannya berbeda. Dan informasi yang diberikannya pun tidak sepenuhnya sama, terlebih lagi pesanpesan yang tersirat di dalamnya. Sebab, dalam berbagai kisahnya, al-Qur’an ingin menekankan pesan-pesan tertentu. Tidak jarang sebuah kisah mengandung sekian banyak pesan, tetapi tidak dapat ditampung dalam satu redaksi saja. Demikianlah di antara hikmah “pengulangan” kisah-kisah dalam al-Qur’an.</p>
<p>[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fapakah-hikmah-pengulangan-dalam-al-quran%2F&amp;linkname=Apakah%20Hikmah%20Pengulangan%20dalam%20al-Qur%26%238217%3Ban%3F"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/apakah-hikmah-pengulangan-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote 6 Februari 2012</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/quote-6-februari-2012/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/quote-6-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 14:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aca tadesa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote of the Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16322</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang hilang dalam perubahan menuju kebaikan tidak sebanding dengan besarnya hal-hal yang akan didapatkan karena perubahan itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal yang hilang dalam perubahan menuju kebaikan tidak sebanding dengan besarnya hal-hal yang akan didapatkan karena perubahan itu.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fquote-6-februari-2012%2F&amp;linkname=Quote%206%20Februari%202012"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/quote-6-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Menyikapi Perbedaan Terjemahan al-Qur&#8217;an?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-menyikapi-perbedaan-terjemahan-al-quran/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-menyikapi-perbedaan-terjemahan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 13:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[terjemah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16325</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Saya menemukan perbedaan, bahkan pertentangan, terjemahan ayat-ayat al-Qur’an yang dilakukan Disbintal ABRI. Contohnya adalah antara ayat 55 dalam surah Âli ‘Imrân dengan ayat 157 dalam surah an-Nisâ’ antara ayat 158 dalam surah al-A‘râf dengan ayat 56 dalam surah al-Furqân, ayat 23 dalam surah Fâthir, dan ayat 70 dalam surah Shâd. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Saya menemukan perbedaan, bahkan pertentangan, terjemahan ayat-ayat al-Qur’an yang dilakukan Disbintal ABRI. Contohnya adalah antara ayat 55 dalam surah Âli ‘Imrân dengan ayat 157 dalam surah an-Nisâ’ antara ayat 158 dalam surah al-A‘râf dengan ayat 56 dalam surah al-Furqân, ayat 23 dalam surah Fâthir, dan ayat 70 dalam surah Shâd.</p>
<p>Saya curiga jangan-jangan ada pemalsuan di dalamnya. Bagaimana tanggapan Bapak?</p>
<p>[Hamba Allah - via <a href="http://psq.or.id">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam wr. wb.</p>
<p>Kecurigaan Anda pada mushaf al-Qur’an yang diterjemahkan oleh Disbintal ABRI tidak pada tempatnya. Kecurigaan Anda timbul karena tidak memahami secara benar kandungan ayat-ayat yang Anda nilai saling berlawanan. Perlu diketahui bahwa perbedaan tidak selalu mengakibatkan kontradiksi. Sesuatu baru dinamakan bertentangan bila subjek, objek, waktu, tempat, syarat, dan keadaannya sama, lalu informasinya tidak sama. Jika salah satu hal yang disebut di atas tidak sama, maka ia tidak bertentangan. “Si A memukul B” tidak mutlak bertentangan dengan “Si A tidak memukul B,” walaupun yang dimaksud dengan A dalam redaksi pertama dan kedua sama. Sebab, boleh jadi, B yang dimaksudkan tidaklah sama. Kalaupun keduanya sama, boleh jadi, waktunya berbeda. Demikian seterusnya. Ayat-ayat yang Anda ragukan sebagai saling bertentangan itu demikian keadaannya. Ayat 55 dalam surah Âli ‘Imrân menginformasikan bahwa Allah berfirman kepada Nabi ‘Îsâ bahwa dia akan diwafatkan, diangkat ke sisi-Nya, dan disucikan. Sementara itu, ayat 157 dalam surah an-Nisâ’ berbicara tentang bantahan al-Qur’an kepada mereka yang menyatakan bahwa Nabi ‘Îsâ dibunuh atau disalib. Ini adalah dua informasi yang berbeda, tetapi tidak bertentangan. Demikian juga halnya dengan ayat 158 dalam surah al-A‘râf yang berbicara tentang kerasulan Muhammad saw. yang tidak pandai membaca (ummî) dan diutus untuk seluruh manusia.</p>
<p>Ayat ini tidak bertentangan dengan ayat 56 dalam surah al-Furqân yang menjelaskan bahwa beliau diutus dengan membawa berita gembira dan peringatan. Sebab, berita gembira dan peringatan itu ditujukan kepada seluruh manusia. Bahkan, ayat ini tidak juga bertentangan dengan ayat 23 dalam surah Fâthir atau ayat 70 dalam surah Shâd yang hanya menyebut fungsi beliau sebagai pembawa peringatan, karena penyebutan itu dilakukan dalam konteks penekanan, dan bukan dalam arti membatasi tugas beliau pada fungsi itu. Demikian semoga menjadi jelas.</p>
<p>[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-menyikapi-perbedaan-terjemahan-al-quran/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fbagaimanakah-menyikapi-perbedaan-terjemahan-al-quran%2F&amp;linkname=Bagaimanakah%20Menyikapi%20Perbedaan%20Terjemahan%20al-Qur%26%238217%3Ban%3F"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-menyikapi-perbedaan-terjemahan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringati Setahun Revolusi, Laki-laki Ikut Perjuangkan Hak-hak Perempuan di Mesir</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/peringati-setahun-revolusi-laki-laki-ikut-perjuangkan-hak-hak-perempuan-di-mesir/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/peringati-setahun-revolusi-laki-laki-ikut-perjuangkan-hak-hak-perempuan-di-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 12:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aca tadesa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam in the World]]></category>
		<category><![CDATA[harga diri]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16323</guid>
		<description><![CDATA[Kairo, Mesir – Pada 25 Januari lalu, suasana menjadi penuh harapan saat puluhan ribu aktivis Mesir turun ke jalan-jalan memperingati setahun revolusi, yang kali ini menuntut dipilihnya presiden baru sebelum adanya konstitusi baru. Berbagai cerita dari alun-alun Tahrir umumnya adalah tentang optimisme baru – tetapi ada juga beberapa cerita tentang pelecehan seksual. Banyak perempuan beraksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kairo,  Mesir – Pada 25 Januari lalu, suasana menjadi penuh harapan saat puluhan  ribu aktivis Mesir turun ke jalan-jalan memperingati setahun revolusi,  yang kali ini menuntut dipilihnya presiden baru sebelum adanya  konstitusi baru. Berbagai cerita dari alun-alun Tahrir umumnya adalah  tentang optimisme baru – tetapi ada juga beberapa cerita tentang  pelecehan seksual.</p>
<p>Banyak perempuan beraksi menuntut perubahan, dan mereka didampingi  beberapa laki-laki, yang menunjukkan peran penting yang mestinya juga  harus mereka mainkan untuk menghentikan perilaku semacam itu.</p>
<p>Pelecehan seksual dalam aksi-aksi demonstrasi bukanlah topik yang  populer di Mesir karena para aktivis khawatir kalau isu ini akan memberi  media negara amunisi untuk memudarkan revolusi, dan koran-koran  berbahasa Inggris yang menulisnya dituding melakukan sensasionalisme.  tetapi hal itu memang terjadi, dan para perempuan Mesir tengah angkat  bicara soal itu. Pada Desember 2010, sebagian mereka meluncurkan <em>HarassMap</em>, sebuah peta Google yang digunakan untuk mengumpulkan dan menjadikan berbagai aduan sebagai bukti.</p>
<p>Samira Ibrahim, seorang aktivis yang ditahan, menjadi sorotan berita  baru-baru ini ketika ia memenangi gugatan atas militer karena melakukan  “tes keperawanan” terhadapnya semasa ia ditahan. Kemenangannya  menunjukkan pada orang-orang yang menyangkal adanya masalah ini bahwa  ini memang kenyataan.</p>
<p>Demikian pula, tindakan melaporkan berbagai kejadian pelecehan di sebuah  peta menunjukkan pada orang-orang bahwa kejadian-kejadian ini memang  terjadi.</p>
<p>Namun upaya para perempuan perlu dibarengi oleh para lelaki sehingga  ketika seorang pemudi meneriaki seorang pelaku pelecehan di tempat umum,  para lelaki maju mendampingi mereka untuk segera mengecam aksi-aksi  semacam itu.</p>
<p>Sayangnya, para pelaku pelecehan tidak menghargai pendapat perempuan  seperti pendapat sesama lelaki, sehingga para lelaki memang harus angkat  bicara untuk mendukung para perempuan.</p>
<p>Temui saja Wael, Mohammed dan Ahmed, tiga pemuda yang melakukan hal  berbeda, beraksi demi perempuan – dalam cara mereka masing-masing.</p>
<p>November lalu, Wael al-Sana’aani, 26, tengah duduk-duduk di sebuah tenda  di luar alun-alun Tahrir di Kairo di mana ia dan para demonstran tengah  melobi Liga Arab soal revolusi Yaman. Dari tendanya ia melihat seorang  gadis yang dihajar oleh sekelompok anak muda. Mereka mendorongnya jatuh  ke pagar baja yang ada di tengah jalan di hadapannya. “Saya pun beraksi  seperti Rambo,” tutur Wael beberapa hari kemudian, sembari memeragakan  gerakannya mengangkat gadis itu dengan lengannya dan buru-buru  mengamankannya ke tenda. Ia menyembunyikan gadis itu di belakang  beberapa papan kayu dan menghadapi beberapa pemuda yang datang meminta  gadis itu. “Mereka bilang aparat keamanan, tetapi saya tahu (mereka  bukan),” katanya. Ketika akhirnya ada keluarga yang lewat, ia akhirnya  membopong gadis itu ke mobil dan meminta mereka membawanya pulang.</p>
<p>Tetapi apakah satu aksi heroik cukup? Mohammed el-Hateeb, 24, menganggap  bicara juga sama pentingnya. Di pasar-wisata Kairo, Khan el-Khalili, ia  mendapati seorang pemandu mengatakan kepada seorang turis perempuan  kalau dirinya “merangsang dan menggairahkan”. “Yang Anda lakukan itu  salah!” ia memberi tahu anak muda itu.</p>
<p>“Siapa yang melakukan hal yang benar di zaman sekarang?” jawab anak itu.</p>
<p>Mohammed ialah seorang relawan pengabdian masyarakat di <em>HarassMap</em>, yang nama Arabnya, Imsik Mutaharrisy, secara harfiah berarti “Tangkap Pelaku Pelecehan”. Lima puluh persen relawan <em>HarassMap</em> adalah laki-laki. Sebagai salah satu relawan, ia bicara ke para lelaki  yang berdiri atau duduk-duduk di jalanan: penjaga gerbang, penjual  sayur, ataupun orang-orang di kedai kopi. Ia menerangkan ke satu demi  satu orang bahwa menggoda dengan siulan dan colak-colek itu bukanlah  tindakan jantan, dan mendorong mereka untuk campur tangan kalau ada  seorang perempuan dilecehkan. Februari ini ia akan ikut serta melatih  lebih banyak lagi anak muda untuk membantunya.</p>
<p>Ada pula Ahmed Awadalla, 27, yang seorang pembela HAM yang suka  blak-blakan. Ketika ia kehilangan ayahnya saat masih muda, ia dan  keempat saudarinya diasuh oleh ibu mereka dan ia menunjukkan bagaimana  para perempuan menghadapi lebih banyak kesulitan ketimbang laki-laki  dalam mengakses hak-hak asasi dasar seperti kesehatan dan pendidikan.  Kini, ia menulis secara terbuka isu-isu jender, diskriminasi dan  pelanggaran HAM dalam bahasa Inggris di blognya, <em>Rebel With a Cause</em>,  dan menjadi seorang direktur program di sebuah LSM Mesir yang  membidangi pendidikan kesehatan seks dan reproduksi. Penting untuk  angkat bicara soal pelecehan, katanya, dan penting bagi laki-laki untuk  membela hak-hak perempuan karena ketimpangan jender di Mesir menghalangi  pembangunan negara ini.</p>
<p>Dunia butuh laki-laki seperti mereka.</p>
<p>Kata-kata Awadalla menggemakan ucapan Hibaaq Osman, pendiri organisasi  hak perempuan Mesir, Karama. “Apa yang baik buat perempuan baik buat  Mesir,” katanya pada hadirin di konferensi <em>Change Your World</em> Januari lalu di Kairo, yang fokus pada penggunaan teknologi oleh  perempuan untuk menciptakan perubahan positif. Dan yang baik untuk para  perempuan baik pula untuk seluruh dunia. Ini dimulai dengan sikap  sedikit lebih menghargai. [Alice Hackman]</p>
<p>###</p>
<p>*Alice Hackman ialah seorang jurnalis lepas di Kairo. Anda bisa mengikuti @harassmap di Twitter.</p>
<p>Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).</p>
<p>Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 03 Februari 2012, www.commongroundnews.org<br />
Telah memperoleh izin publikasi.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fperingati-setahun-revolusi-laki-laki-ikut-perjuangkan-hak-hak-perempuan-di-mesir%2F&amp;linkname=Peringati%20Setahun%20Revolusi%2C%20Laki-laki%20Ikut%20Perjuangkan%20Hak-hak%20Perempuan%20di%20Mesir"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/peringati-setahun-revolusi-laki-laki-ikut-perjuangkan-hak-hak-perempuan-di-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Menerima Kunjungan Saudara yang tidak Disukai Suami?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/bolehkah-menerima-kunjungan-saudara-yang-tidak-disukai-suami/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/bolehkah-menerima-kunjungan-saudara-yang-tidak-disukai-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16319</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Suami saya tidak menyukai saudara saya dengan alasan yang tidak saya ketahui. Bolehkah saya menerima saudara saya dan mempersilakan masuk bila datang bertamu? [Era - via formulir pertanyaan] Jawab: Wa&#8217;alaikumussalam wr. wb. Prinsipnya memang seorang istri harus menaati suaminya selama suami tidak mengajaknya melakukan kemaksiatan. Lâ thâ‘ata li makhlûq fî ma‘shiyat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Suami saya tidak menyukai saudara saya dengan alasan yang tidak saya ketahui. Bolehkah saya menerima saudara saya dan mempersilakan masuk bila datang bertamu?</p>
<p>[Era - via <a href="http://psq.or.id">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam wr. wb.</p>
<p>Prinsipnya memang seorang istri harus menaati suaminya selama suami tidak mengajaknya melakukan kemaksiatan.<em> Lâ thâ‘ata li makhlûq fî ma‘shiyat al-Khâliq</em> (tidak ada ketaatan kepada sesama makhluk dalam berbuat maksiat kepada Sang Khalik). Demikian kurang lebih bunyi sebuah hadis. Hanya saja, secara umum kita semua juga dianjurkan oleh Rasulullah saw. untuk tidak saling membenci, tidak saling iri dan dengki, tidak saling mencari-cari kesalahan pihak lain. “Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara,” begitu bunyi bagian akhir dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui Abu Hurairah r.a. itu. Artinya, tidak menyukai orang tanpa alasan yang jelas merupakan perbuatan yang kurang baik. </p>
<p>Dalam kasus yang Ibu tanyakan, belum jelas apakah suami Ibu juga melarang Ibu untuk bertemu dengan saudara Ibu itu? Sebab, boleh jadi, suami Ibu tidak menyukai saudara Ibu, tetapi sebenarnya tidak melarang Ibu untuk tetap menjaga silaturahmi dengannya. Termasuk menemuinya atau menerimanya ketika datang berkunjung ke rumah. Hemat saya, kalau mempersilakan saudara Ibu masuk rumah akan membuat suami Ibu semakin tidak suka (dengan alasan yang bisa dimengerti) sebaiknya Ibu memilih menaati suami tanpa ikut-ikutan tidak suka.</p>
<p>Demikian, <em>wallahu a’lam.</em></p>
<p>[Muhammad Arifin, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/bolehkah-menerima-kunjungan-saudara-yang-tidak-disukai-suami/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fbolehkah-menerima-kunjungan-saudara-yang-tidak-disukai-suami%2F&amp;linkname=Bolehkah%20Menerima%20Kunjungan%20Saudara%20yang%20tidak%20Disukai%20Suami%3F"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/bolehkah-menerima-kunjungan-saudara-yang-tidak-disukai-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Adab Orang Tua atas Kelahiran Bayinya?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-adab-orang-tua-atas-kelahiran-bayinya/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-adab-orang-tua-atas-kelahiran-bayinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 13:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16309</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Pak Ustad saya mau tanya, apa sajakah yang harus dilakukan selaku orang tua atas kelahiran bayinya? Karena saya melihat banyak ritual yang tidak jelas sumbernya yang mengakibatkan perbuatan syirik. Mohon penjelasannya. Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb. [Dodiastyo H - via formulir pertanyaan] Jawab: Wa’alaikumussalam wr. wb. Hal-hal yang perlu dilakukan orangtua terkait dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Pak Ustad saya mau tanya, apa sajakah yang harus dilakukan selaku orang tua atas kelahiran bayinya? Karena saya melihat banyak ritual yang tidak jelas sumbernya yang mengakibatkan perbuatan syirik. Mohon penjelasannya.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>[Dodiastyo H - via <a href="http://www.alifmagz.com/kirim-pertanyaan/">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa’alaikumussalam  wr. wb.</p>
<p>Hal-hal yang perlu dilakukan orangtua terkait dengan kelahiran anak, sebagai berikut:<br />
1. Azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi. Ini pendapat mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali. Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi melalui Abu Râfi‘, di mana ia berkata, “<em>Aku melihat Rasulullah saw. melakukan azan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah.</em>” Oleh at-Tirmidzi hadis ini dinilai shahih. Namun demikian, persoalan ini bukan persoalan yang disepakati oleh seluruh ulama. Imam Malik memandang makruh mengumandangkan azan di telinga bayi yang baru lahir. Walhasil, Anda boleh melakukannya mengikuti pendapat Imam Syafii, Hanafi, dan Hanbali. Anda juga boleh tidak melakukannya mengikuti pendapat Imam Malik.</p>
<p>2. <em>Tahnîk</em>. Tahnîk adalah menggosok-gosokkan kurma yang sudah dikunyah ke langit-langit mulut bayi. Ini berdasarkan informasi Ibunda Aisyah r.a. di mana ia berkata, bahwa kepada Rasulullah saw. didatangkan bayi lalu beliau melakukan tahnîk kepada mereka. Informasi ini diriwayatka oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis lain melalui Abu Musa r.a. bahwa ia berkata, “<em>Aku memperoleh anak lalu aku bawa kepada Rasulullah saw., dan beliau kemudian memberinya nama Ibrahim dan melakukan tahník terhadapnya.</em>” Kalau tidak ada kurma, <em>tahnîk</em> boleh dilakukan dengan madu. (Lihat al-Mawsû‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah).</p>
<p>3. Akikah. Akikah adalah menyembelih kambing sebagai tanda syukur atas kelahiran bayi. Ulama sepakat bahwa akikah tidak wajib, melainkan anjuran (sunnah). Dalam mazhab Abû Hanîfah, sunnah pun tidak karena dalam pandangan ulama mazhab ini, menyembelih hewan kurban pada Idul Adha dan tiga hari sesudahnya telah membatalkan anjuran Nabi saw. untuk melaksanakan akikah. Meski demikian, Abu Hanifah tidak melarang atau menilai haram akikah. Sebagian ulama menganjurkan agar sebagian daging akikah dimasak dahulu sebelum diantar atau dibagikan kepada orang-orang yang dipandang pantas. Imam Malik tidak menganjurkan mengadakan acara akikah (seremonial, selamatan) di rumah dengan mengundang orang untuk makan.</p>
<p>Bersamaan dengan akikah yang dilakukan pada hari ketujuh kelahiran bayi (boleh juga setelah hari ketujuh selama anak itu belum mencapai usia balig), juga dilakukan pemberian nama, dan pencukuran sebagian atau seluruh rambut bayi. Orangtua lalu menimbang rambut itu dan bersedekah senilai harga perak (atau emas) seberat timbangan rambut itu. </p>
<p>4. Khitan. Ini, antara lain, berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan melalui Abu Hurairah r.a. oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah saw. bersabda, “<em>Ada lima hal yang merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.</em>” Cukup beragam pendapat ulama tentang khitan ini, antara lain bahwa khitan merupakan wajib bagi laki-laki dan kehormatan bagi perempuan, tidak wajib, seperti kata Ibn Qudâmah dalam al-Mughnî.</p>
<p>5. Selain itu, seorang ibu sangat dianjurkan untuk menyusui bayinya sampai usia dua tahun (baca Q.S. al-Baqarah [2]: 233). Cukup banyak manfaat kesehatan maupun kejiwaan dari ASI bagi anak.</p>
<p>Demikian, mudah-mudahan memadai. <em>Wallahu a’lam. </em></p>
<p>[Muhammad Arifin, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-adab-orang-tua-atas-kelahiran-bayinya/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fbagaimanakah-adab-orang-tua-atas-kelahiran-bayinya%2F&amp;linkname=Bagaimanakah%20Adab%20Orang%20Tua%20atas%20Kelahiran%20Bayinya%3F"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/bagaimanakah-adab-orang-tua-atas-kelahiran-bayinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bermain Ternyata Penting!</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/bermain-ternyata-penting/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/bermain-ternyata-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 11:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aca tadesa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mawaddah]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[emosional]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16247</guid>
		<description><![CDATA[Tampak sepele, namun ternyata bermain merupakan sarana untuk mengembangkan diri bagi anak yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Pertengahan tahun lalu di Inggris digelar sebuah konferensi internasional yang membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘bermain’.  Konferensi yang berjudul ‘Playing into the Future- Surviving and Thriving’ mengundang sekitar 450 peserta dari 55 negara, di antaranya dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tampak sepele, namun ternyata bermain merupakan sarana untuk mengembangkan diri bagi anak yang tidak bisa diremehkan begitu saja.</strong></p>
<p>Pertengahan tahun lalu di Inggris digelar sebuah konferensi internasional yang membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘bermain’.  Konferensi yang berjudul ‘<em>Playing into the Future- Surviving and Thriving’</em> mengundang sekitar 450 peserta dari 55 negara, di antaranya dari negara-negara yang mengutarakan fakta-fakta bahwa banyak anak yang tidak bisa bermain karena mereka sakit parah, atau karena keluarga atau komunitas yang tidak membiarkan mereka dapat bermain dengan bebas dan memaksa anak untuk bekerja, atau daerah-daerah yang tidak terdapat tempat yang aman untuk bermain seperti daerah-daerah konflik.</p>
<p>Dr. Stuart Brown, salah satu psikiater, penemu <em>National Institute for Play</em>, telah meneliti sekitar 6000 kisah pengalaman bermain berbagai macam manusia, dari pembunuh hingga pemenang nobel perdamaian.  Dari penelitiannya itu Brown meyakini bahwa bermain adalah cara yang sangat penting bagi manusia untuk bersosialisasi.  Brown mengatakan bahwa bermain membantu otak mengembangkan kemampuan untuk belajar kewajaran, keadilan dan empati.  Bahkan orang-orang yang terbukti kreatif dan sukses dalam hidup merupakan orang-orang yang memiliki kesempatan yang sangat luas untuk bermain.</p>
<p>Dr. Brown dalam sebuah wawancara mengungkapkan studinya terhadap para pembunuh di Texas, bahwa mereka adalah orang-orang yang di dalam hidupnya tidak memiliki kesempatan untuk bermain.  Orang-orang ini menunjukkan simptom disfungsi ganda (<em>multiple dysfunctional symptoms</em>)  yang membuat orang-orang ini tidak memiliki kontrol emosional, tidak memiliki kompetensi sosial serta ketahanan diri.  Ini dikarenakan  orang-orang tersebut mengalami penurunan dalam ranah sosial, emosional dan kognitif, tidak bisa mengatasi stress serta kerap dilanda depresi.</p>
<p>Karenanya cobalah untuk mengajak anak bermain sedini mungkin.  Bermain tidak harus menggunakan mainan yang mahal atau arena bermain khusus, namun bermain bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.  Ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk mengajak si kecil bermain, antara lain:</p>
<ul>
<li>Usahakan untuk selalu menciptakan suasana bermain yang menyenangkan bagi anak.</li>
<li>Berikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal berbagai macam mainan dan permainan.</li>
<li>Jangan paksa anak untuk bermain.  Biarkan keinginan bermain itu muncul sendiri dari diri anak.  Orang tua hanyalah menyediakan sarana dan menggelitik rasa penasaran untuk melakukan suatu permainan tertentu.</li>
<li>Biarkan anak menggunakan imajinasi di mana mereka dapat mengembangkan daya khayal secara luas tanpa batas.</li>
<li>Jika bermain bersama Anda, biarkan ia memimpin Anda menunjukkan cara bermain yang diinginkannya.  Kecuali jika anak sudah memasuki usia sekolah dimana ada beberapa permainan yang membutuhkan aturan dan cara-cara yang harus diikuti. Seperti permainan kartu, ular tangga dan sebagainya.</li>
<li>Perhatikan mainan anak dan sesuaikan dengan usianya.</li>
<li>Perhatikan keamanan saat anak-anak bermain.</li>
<li>Seimbangkan antara permainan aktif (misalnya bermain sepeda, bola dan sebagainya) dan pasif (bermain video game). [esthi]</li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fbermain-ternyata-penting%2F&amp;linkname=Bermain%20Ternyata%20Penting%21"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/bermain-ternyata-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote 3 Februari 2012</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/quote-3-februari-2012/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/quote-3-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 10:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aca tadesa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote of the Day]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16310</guid>
		<description><![CDATA[Manusia selalu punya pilihan dan setiap orang bertanggung jawab atas pilihan yang diambilnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia selalu punya pilihan dan setiap orang bertanggung jawab atas pilihan yang diambilnya.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fquote-3-februari-2012%2F&amp;linkname=Quote%203%20Februari%202012"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/quote-3-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Hukumnya Investasi Logam Mulia?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/apakah-hukumnya-investasi-logam-mulia/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/apakah-hukumnya-investasi-logam-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 08:20:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16299</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. 1. Apakah hukumnya dalam Islam tentang investasi jangka panjang dalam bentuk dinar/ emas? 2. Halalkah keuntungan yang didapat dari hasil menabung dinar/ emas? 3. Jika dinar akan dijual, agen penjualan akan memotong sekitar 4% dari harga dinar yg berlaku saat itu, halalkah pemotongan yang dilakukan agen tersebut? Terima kasih [Diaz - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>1. Apakah hukumnya dalam Islam tentang investasi jangka panjang dalam bentuk dinar/ emas?<br />
2. Halalkah keuntungan yang didapat dari hasil menabung dinar/ emas?<br />
3. Jika dinar akan dijual, agen penjualan akan memotong sekitar 4% dari harga dinar yg berlaku saat itu, halalkah pemotongan yang dilakukan agen tersebut?</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>[Diaz - via <a href="http://www.alifmagz.com/kirim-pertanyaan/">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa’alaikumussalam wr. wb.</p>
<p>Berjual-beli dinar atau emas (pada umumnya ketika penjualan dilakukan harga sudah mengalami kenaikan), termasuk praktik jual beli yang sah-sah saja. Itu jual beli yang halal. Apalagi kalau selama emas dalam genggaman kita selalu mengeluarkan zakatnya setiap tahun apabila sudah mencapai nisab, menyimpan emas seperti itu bukan termasuk yang dilarang. Yang dilarang adalah menimbun atau menyimpan emas dan tidak mau mengeluarkan zakat atau sedekahnya. Kita tahu, di dalam al-Qur’an adal kecaman terhadap orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah. (Baca Q.S. at-Tawbah [9]: 34).</p>
<p>Perlu diketahui terlebih dulu alasan pemotongan itu.</p>
<p>Demikian, <em>wallahu a’lam.</em></p>
<p>[Muhammad Arifin, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/apakah-hukumnya-investasi-logam-mulia/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fapakah-hukumnya-investasi-logam-mulia%2F&amp;linkname=Apakah%20Hukumnya%20Investasi%20Logam%20Mulia%3F"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/apakah-hukumnya-investasi-logam-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Pikiran Negatif terhadap Diri Sendiri</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/mengelola-pikiran-negatif-terhadap-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/mengelola-pikiran-negatif-terhadap-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 16:14:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aca tadesa</dc:creator>
				<category><![CDATA[This Friday]]></category>
		<category><![CDATA[diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=16295</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali, penilai paling kejam dan pengkritik paling jahat dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Disadari atau tidak, kita kerap membiarkan pikiran-pikiran negatif kita, khususnya mengenai diri kita sendiri, mengendalikan diri kita. Coba kita ingat-ingat, berapa kali dalam sehari kita mengkritik diri sendiri, bahkan sebelum orang lain melakukannya? Berapa kali kita menyalahkan diri sendiri, menyebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali, penilai paling kejam dan pengkritik paling jahat dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Disadari atau tidak, kita kerap membiarkan pikiran-pikiran negatif kita, khususnya mengenai diri kita sendiri, mengendalikan diri kita.</p>
<p>Coba kita ingat-ingat, berapa kali dalam sehari kita mengkritik diri sendiri, bahkan sebelum orang lain melakukannya? Berapa kali kita menyalahkan diri sendiri, menyebut dan melabeli diri dengan cap-cap negatif, betapa kita memang bodoh, pemalas, tidak mampu, pecundang, atau memarahi diri atas berbagai kesalahan yang seharusnya tidak kita lakukan?</p>
<p>Ya, tanpa sadar, kita telah berlaku jahat pada diri sendiri. Kita memperkuat hambatan-hambatan mental yang ada dalam diri kita. Kita memvonis diri tidak mampu bahkan sebelum mencoba. Kritik negatif yang berasal dari pikiran kita sendiri, pada akhirnya menggerogoti diri kita dari dalam, merusak kepercayaan diri kita dan menghentikan kita dalam mencapai yang terbaik dalam hidup.</p>
<p>Tentu saja hal ini sangat buruk bukan?</p>
<p>Pikiran kita adalah yang menentukan sikap hidup, motivasi, dan perilaku kita. Pikiran, perkataan, bahkan perbuatan orang lain, mungkin memiliki pengaruh besar bagi diri kita. Namun, tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan pikiran kita sendiri. Pikiran kita lah yang menentukan seberapa besar hal-hal di luar kita mempengaruhi kita. Pikiran kita juga lah yang memutuskan bagaimana kita melihat dan menilai diri kita.</p>
<p>Untungnya, kita selalu punya pilihan. Kita bisa mulai menyadari pikiran-pikiran negatif ini dan memilih untuk tidak mendengarkannya. Kita bisa mengubah cara kita berkomunikasi dengan diri sendiri, dari celaan atau hinaan, menjadi evaluasi dan langkah-langkah perbaikan untuk masa yang akan datang.</p>
<p>Ketika kita berbicara dengan orang lain dan ingin membantu mereka menjadi lebih baik, hinaan dan perkataan kasar bukanlah cara yang efektif dan malah bisa menjatuhkan orang tersebut atau merusak hubungan kita dengan mereka. Bandingkan dengan dukungan dan  nasihat yang disampaikan dengan lembut. Seperti itu pulalah kita seharusnya berbicara dengan diri kita. Pahami kekurangan atau kesalahan apa yang kita pikirkan ada dalam diri kita, lalu tentukan bagaimana kita mau mengatasi atau memperbaikinya. Pikirkan pula kelebihan dan hal-hal baik yang telah kita lakukan, dan hargai diri kita untuk hal itu.</p>
<p>Dengan demikian, kita akan lebih menyayangi dan mempercayai diri kita. Kita juga akan terus dapat memperbaiki diri, tanpa harus menyakiti diri sendiri. Pada akhirnya, kia akan mampu terlepas dari keterpurukan dan keterbatasan yang kita ciptakan sendiri, menjadi juga mencapai apapun yang kita inginkan.</p>
<p><em>Whether you think you can, or you think you can’t, you’re right.</em> (Henry Ford).</p>
<p><em>…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…</em>(QS. Ar-Ra’d: 11).</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.alifmagz.com%2Fmengelola-pikiran-negatif-terhadap-diri-sendiri%2F&amp;linkname=Mengelola%20Pikiran%20Negatif%20terhadap%20Diri%20Sendiri"><img src="http://www.alifmagz.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/mengelola-pikiran-negatif-terhadap-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

