- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri
- Quote 22 Februari 2012
- Haruskah Pindah Tempat saat Hendak Shalat Sunnah Rawatib?
Mencari Kebahagiaan dalam Diri
Siapa sih yang tidak ingin bahagia?
Setiap manusia pasti ingin merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Perasaan ringan dan senang, terbebas dari berbagai pikiran yang menyusahkan dan membuat hidup terasa berat.
Kita, kemudian mencari sumber-sumber kebahagiaan itu. Beberapa dari kita merasa akan menemukannya pada barang-barang tertentu yang ingin dimiliki. Beberapa lagi berpikir kalau keadaan, pekerjaan, atau manusia lain yang dapat memberi kebahagiaan itu. Sejauh itu, kita menyimpulkan bahwa sebelum kita mendapatkan apa yang kita pikir bisa memberi kebahagiaan, maka kita tidak akan bahagia.
Sadarkah kita, kalau sesungguhnya, setiap kita merasa kurang akan sesuatu, sampai pada titik kita merasa malang dan menderita karenanya, kita melupakan begitu banyak hal lain yang harusnya dapat kita syukuri?
Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18).
Memusatkan pikiran kita pada hal-hal baik yang kita miliki, akan membantu kita untuk lebih mudah bersyukur. Sementara bersyukur akan menambah kebahagiaan dari apa yang sudah kita miliki serta menarik kebaikan-kebaikan lain di sekitar kita.
Berkaitan erat dengan rasa syukur ini, adalah keluasan kita dalam memberi. Ajaibnya, semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula yang kita miliki. Rasulullah saw. bersabda:
“Kemurahan hati adalah dari (harta) dan pemberian Allah. Bermurah hatilah niscaya Allah bermurah hati kepadamu.” (HR. Ath-Thabrani).
“Memberi sedekah, menganjurkan kebaikan, berbakti kepada orang tua, dan silaturrahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, menambah berkah umur, dan menolak kejahatan.“ (HR.Abu Na’im).
Ketika kita membagikan kasih sayang kita, semakin banyak pula kasih sayang yang memenuhi hati kita. Semakin banyak kita memberikan kebahagiaan pada orang lain, semakin besar pula kebahagiaan yang kita rasakan. Sumber kebahagiaan ada dalam diri kita masing-masing. Dalam pikiran yang berprasangka baik, hati yang bersyukur, dan diri yang senang memberi.
Seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami resep hidup bahagia.” Rasulullah menjawab, “Bersedekahlah di kala kamu masih sehat, sementara hidupmu masih serba kekurangan dan kamu sendiri ingin menjadi kaya.” (HR. Bukhari dan Muslim). [aca]
Artikel sebelumnya
- Quote 23 Februari 2012
- Menyelamatkan Lingkungan, Berarti Menyelamatkan Bangsa
- Apakah yang dimaksud Berangan-angan Terhadap Allah SWT?
- Mau Pilih yang Mana?
- Berupa Apakah Jawaban dari Shalat Istikharah?
- Melati yang Rendah Hati, Bukan Rendah Diri



Tuliskan komentar Anda disini!