<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; ambar sari setiadi</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/tag/ambar-sari-setiadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 16:37:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Otobiografi Sang Perindu Allah</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/otobiografi-sang-perindu-allah/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/otobiografi-sang-perindu-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:28:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[From the Couch]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Mengajariku]]></category>
		<category><![CDATA[ambar sari setiadi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7581</guid>
		<description><![CDATA[Judul Allah Mengajariku Penulis Ambar Sari Setiadi Penerbit Gybraltar Wahyamaya Tahun Cetakan Pertama, Maret 2010 Volume 343 halaman Ambar Sari Setiadi adalah manusia biasa. Perempuan yang kini berusia 41 tahun ini hanyalah hamba Allah yang tak luput dari khilaf. Meskipun manusia biasa, Ambar ternyata bisa membuahkan &#8216;tetes-tetes embun&#8217; berupa tulisan bertutur tentang kehidupan dirinya. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7582" style="margin: 5px 7px;" title="ftc_ambar2_ed49" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/03/ftc_ambar2_ed49.jpg" alt="ftc_ambar2_ed49" width="225" height="300" />Judul </strong><em>Allah Mengajariku<br />
</em><strong>Penulis </strong>Ambar Sari Setiadi<br />
<strong>Penerbit </strong>Gybraltar Wahyamaya<br />
<strong>Tahun </strong>Cetakan Pertama, Maret 2010<br />
<strong>Volume </strong>343 halaman</p>
<p>Ambar Sari Setiadi adalah manusia biasa. Perempuan yang kini berusia 41 tahun ini hanyalah hamba Allah yang tak luput dari khilaf. Meskipun manusia biasa, Ambar ternyata bisa membuahkan &#8216;tetes-tetes embun&#8217; berupa tulisan bertutur tentang kehidupan dirinya. Dari tulisan yang dikemas dalam buku bertajuk <em>Allah Mengajariku</em>, Ambar ingin berbagi hikmah dengan pembaca dari pengalaman dan pengetahuan pribadinya seputar hubungan manusia dengan Sang Khalik.</p>
<p>Dalam otobiografinya ini, Ambar membagi cerita perjalanan hidupnya dalam tiga episode, yang masing-masing terdiri dari tiga bab. <em>Episode Pertama: Potret Masa Lalu Si Ambar</em>, <em>Episode Kedua: Langkah Menuju Pembersihan Diri</em>; <em>Episode Ketiga: Belajar Langsung dari Allah</em>. Setiap episode memiliki cerita tersendiri, tapi berbenang merah dengan cerita lainnya. Misalnya: Ketika Ambar mengaku imannya mulai kendor, dia pernah meninggalkan shalat lima waktu dan mengaji karena merasa sudah berilmu dan berteman dengan jin untuk melancarkan sejumlah masalah [hlm-31-34]. Untung saja, suatu ketika Ambar sadar akan kekhilafannya. Dia pun bertobat secara sungguh-sungguh [<em>taubat nasuha</em>].</p>
<p>Setelah bertobat, Ambar berusaha menata diri agar dengan menjalani pembersihan diri. Dia kembali menunaikan ibadah dengan istiqamah, mulai dari shalat, dzikir, membaca al-Qur’an, sampai melakukan <em>uzlah</em> [menyendiri agar merasa dekat dengan Allah. Ambar menuturkan proses pembersihan diri ini dalam episode kedua di buku ini. Kemudian, pada episode ketiga, Ambar menuliskan pengalamannya seputar pembelajarannya memahami Allah. Salah satunya dengan menimba ilmu dari kaum sufi.</p>
<p>Sepanjang rentang perjalanan hidupnya yang terbagi jadi tiga episode dalam buku ini, Ambar bukan bermaksud membanggakan kehidupan spritualnya, tetapi dia ingin kehidupan pribadinya bisa tercurahkan dan semoga bisa bermanfaat bagi orang lain, yang menjalani godaan kehidupan di dunia ini. « <strong>[yogira]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/otobiografi-sang-perindu-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

