<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; kashmir</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/tag/kashmir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 12:25:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pentingnya Kashmir Bagi Perdamaian Kawasan</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/pentingnya-kashmir-bagi-perdamaian-kawasan/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/pentingnya-kashmir-bagi-perdamaian-kawasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 05:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam in the World]]></category>
		<category><![CDATA[india]]></category>
		<category><![CDATA[kashmir]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7417</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Riyaz Wani *] Srinagar, Kashmir – Akhirnya, serangkaian konferensi dan pertemuan memberi kita secercah harapan akan penyelesaian sengketa antara India dan Pakistan tentang Kashmir yang sudah berlangsung selama 62 tahun. Jika upaya-upaya ini berhasil, tak hanya akan memperbaiki hubungan yang sudah lama bermasalah di antara dua negara tetangga yang punya senjata nuklir itu, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7418" style="margin: 5px 7px;" title="islam_kashmir_ed47" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/03/islam_kashmir_ed47.jpg" alt="islam_kashmir_ed47" width="128" height="150" />Oleh </strong>Riyaz Wani *]</p>
<p><strong>Srinagar, Kashmir</strong> – Akhirnya, serangkaian konferensi dan pertemuan memberi kita secercah harapan akan penyelesaian sengketa antara India dan Pakistan tentang Kashmir yang sudah berlangsung selama 62 tahun. Jika upaya-upaya ini berhasil, tak hanya akan memperbaiki hubungan yang sudah lama bermasalah di antara dua negara tetangga yang punya senjata nuklir itu, tapi juga bisa membantu proses perdamaian di negara tetangga mereka, Afghanistan.</p>
<p>Kashmir telah menjadi pusat sengketa wilayah yang berkepanjangan antara Pakistan dan India, yang telah beberapa kali meletuskan perang, dan membuat India melancarkan operasi militer, yang masih berlangsung, untuk melawan para militan separatis Kashmir. Rivalitas dan kecurigaan antara India dan Pakistan selama beberapa dasawarsa, telah menyebabkan keduanya menjalankan misi yang berseberangan di Afghanistan. Pakistan menginginkan adanya rezim di Kabul yang pro-Islamabad untuk meraih tujuan strategisnya guna mengurangi pengaruh India. Sementara, India ingin pemerintahan yang pro-New Delhi agar Pakistan tidak bisa mengambil keuntungan.</p>
<p>Sebuah solusi bagi Kashmir akan setidaknya mengurangi defisit kepercayaan di antara India dan Pakistan, dan sangat mungkin mendorong kerjasama untuk masalah Afghanistan.</p>
<p>Selama beberapa bulan terakhir, India dan Pakistan terlibat dalam dialog-dialog tertutup mengenai Kashmir di Bangkok, menghadirkan orang-orang seperti mantan Duta Besar Pakistan untuk India, Aziz Khan, dan A. S. Dullat, mantan kepala intelijen eksternal India, Research and Analysis Wing [RAW]. Pada saat yang bersamaan, proses ini juga ditopang oleh diskusi-diskusi ‘belakang panggung’ antara New Delhi dan kelompok separatis moderat Kashmir, di antaranya melalui All Parties Hurriyat Conference, untuk membahas isu-isu seputar hubungan India-Kashmir.</p>
<p>Meskipun tidak secara publik diakui oleh Amerika Serikat, upaya-upaya ini ditengarai karena perluasan peran Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, Richard Holbrooke. Bahkan Mike Mullen, Kepala Panglima Militer AS, baru-baru ini menyatakan bahwa kepentingan AS di kawasan diwujudkan dengan mendorong semua upaya agar “negara-negara penting ini [India dan Pakistan] mulai menghidupkan kembali proses ‘belakang panggung’ mengenai Kashmir.”</p>
<p>Di kalangan masyarakat sipil, beberapa konferensi diselenggarakan antara September hingga Desember 2009, yang membahas kontroversi seputar Kashmir, dan dihadiri oleh para intelektual, politisi dan aktivis masyarakat sipil dari kedua negara.</p>
<p>Salah satu konferensi, “<em>A Roadmap to Peace</em>”, yang diselenggarakan pada bulan Desember di New Delhi, menyerukan dilanjutkannya kembali dialog yang terhenti di antara kedua negara. Sebelumnya, dua konferensi intra-Kashmir juga digelar pada bulan Oktober di Srinagar dan London. Tujuan umum prakarsa-prakarsa ini adalah untuk mencari jalan agar India dan Pakistan mendamaikan perbedaan mereka dan fokus pada penanganan-bersama terorisme di kawasan, dari Kabul hingga Kashmir.</p>
<p>Meskipun secara kumulatif upaya-upaya ini berpengaruh dalammembantu kedua negara melangkah menuju perdamaian di Asia Selatan, masih ada jalan panjang yang membentang. Juga masih ada kemungkinan akan buyarnya seluruh proses itu jika pemerintah India dan Pakistan gagal menindaklanjuti dan meneruskan upaya-upaya yang tengah berlangsung.</p>
<p>Namun kedua negara akan bertemu lagi dalam pertemuan tingkat tinggi konferensi Asosiasi Asia Selatan untuk Kerjasama Kawasan [SAARC] April nanti di Bhutan. Selain itu India juga telah mengisyaratkan kesediaannya untuk memulai sebuah dialog formal melalui pertemuan Menteri Luar Negeri Pakistan dan India bulan ini.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang penting dalam pertemuan yang baru-baru. Yang pertama adalah geopolitik kawasan, di mana perang di Afghanistan menjadi intinya. Situasi di Kabul, saat Taliban kini dianggap sebagai bagian dari solusi politik, telah secara tiba-tiba mengurangi kemampuan India untuk mempengaruhi hasil di negara yang terkoyak perang itu.</p>
<p>Karenanya, Pakistan menjadi pemegang posisi kendali yang lebih besar, di mana kesediaan Pakistan untuk menjaga kepentingan India di Afghanistan dan perannya sebagai salah satu pihak dalam pengupayaan perdamaian dan keamanan di sana, bisa memberi dorongan bagi normalisasi hubungan antara India dan Pakistan. Pada sisi lain, Pakistan akan mendapat keuntungan dari hubungan baiknya dengan India guna memastikan berlanjutnya stabilitas di wilayah perbatasan timurnya.</p>
<p>Tantangan di hadapan India dan Pakistan tidaklah hanya untuk menangani sengketa soal Kashmir, yang menjadi pangkal perdebatan yang berkepanjangan dan buruknya hubungan di antara mereka, tapi juga untuk memastikan kebijakan dan posisi mereka yang selama ini berbeda soal Afghanistan bisa sejalan. Sementara pertaruhan di Kabul semakin besar setiap hari, babak baru dari hubungan bilateral antara India dan Pakistan akan menjadi harapan. «<strong> []</strong></p>
<p>*] Riyaz Wani adalah seorang jurnalis asal Kashmir yang bekerja untuk harian terkemuka India, The Indian Express. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground [CGNews].</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Kantor Berita Common Ground [CGNews], 19 Februari 2010, <a href="www.commongroundnews.org">www.commongroundnews.org</a></p>
<p>Foto: google.com</p>
<p>Artikel ini telah mengalami pengeditan seperlunya dari ALiF tanpa mengurangi inti cerita. Telah memperoleh izin publikasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/pentingnya-kashmir-bagi-perdamaian-kawasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

