<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; non-Muslim</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/tag/non-muslim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 13:27:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Takziyah Kepada Non Muslim</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/takziyah-kepada-non-muslim/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/takziyah-kepada-non-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 08:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Richa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[non-Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[takziyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/?p=14755</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pak ustad, saya masih bingung dengan jawaban pak ustad dalam memberikan jawaban pada pertanyaan Kaitan Islam dengan Kristen (lihat Kaitan Islam dengan Kristen-red), anda mengatakan Ketika jenazah seorang pemeluk Kristen lewat di dekat tempat Nabi Muhammad saw. sedang duduk-duduk bersama para sahabat, beliau berdiri sebagai tanda penghormatan. Para sahabat terheran-heran, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu’alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Pak ustad, saya masih bingung dengan jawaban pak ustad dalam memberikan jawaban pada pertanyaan Kaitan Islam dengan Kristen (lihat <a href="http://www.alifmagz.com/kaitan-islam-dengan-kristen/">Kaitan Islam dengan Kristen</a>-red), anda mengatakan Ketika jenazah seorang pemeluk Kristen lewat di dekat tempat Nabi Muhammad saw. sedang duduk-duduk bersama para sahabat, beliau berdiri sebagai tanda penghormatan. Para sahabat terheran-heran, dan mengatakan, “Itu jenazah orang Kristen.” Rasul menjawab, “Bukankah ia juga jiwa/manusia?” Peristiwa itulah kemudian yang mendasari sebagian tokoh Muslim untuk menghadiri pemakaman Paus Yohanes Paulus II beberapa tahun lalu. pertanyaan saya, apa pernah dalam hadist sahih yg mengatakan bahwa nabi pernah menghadiri pemakaman seseorang non muslim.</p>
<p>Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.</p>
<p>[Panca via surel]</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa’alaikumussalam wr. wb.</p>
<p>Saya belum menemukan hadits yang mengatakan bahwa Nabi saw. pernah menghadiri pemakaman orang non-Muslim. Tetapi mengenai bertakziah kepada orang non-Muslim yang meninggal dunia, menurut mazhab Imam Syafi’i dan Abu Hanifah, tidak dilarang. Ibnu Qudamah pun, salah seorang penganut mazhab Hanbali, berpendapat boleh bertakziah kepada orang non-Muslim yang meninggal dunia. Pendapat itu didasarkan pada firman Allah swt. berikut: &#8220;<em>Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil</em>.&#8221; (QS al-Mumtahanah [60]: 8).</p>
<p>Ini tentu saja dengan catatan, bahwa bertakziah itu tidak dibarengi dengan doa memohonkan ampunan (istighfar), atau yang semakna dengan istighfar, untuk mereka. Karena jelas permohonan ampun seperti itu dilarang di dalam al-Qur’an: &#8220;<em>Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (-nya), sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam</em>&#8221; (QS at-Taubah [9]: 113).</p>
<p>Demikian, <em>wallahu a’lam.</em></p>
<p>[M. Arifin - Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi Al-Quran</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/takziyah-kepada-non-muslim/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/takziyah-kepada-non-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/islam/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 22:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[non-Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[q&a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7527</guid>
		<description><![CDATA[T: Assalamu&#8217;alaikum wr wb. Ada yang saya ingin tanyakan ustad, mengenai status mereka di bawah ini, diberlakukan atau di statuskan sebagai apa mereka DI DUNIA. Sebagai Muslim-kah atau non-Muslim? 1. Anak-anak dari orang non-Muslim &#8211;bagi kita&#8211; distatuskan sebagai apa? Muslim atau non-Muslim? 2. Sama seperti inti pertanyaan di atas, bagaimana juga dengan orang gila, tuli, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7528" style="margin: 5px 7px;" title="now_islam_ed48" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/03/now_islam_ed48-150x150.jpg" alt="now_islam_ed48" width="150" height="150" />T: </strong><em>Assalamu&#8217;alaikum wr wb</em>. Ada yang saya ingin tanyakan ustad, mengenai status mereka di bawah ini, diberlakukan atau di statuskan sebagai apa mereka DI DUNIA. Sebagai Muslim-kah atau non-Muslim?</p>
<p>1. Anak-anak dari orang non-Muslim &#8211;bagi kita&#8211; distatuskan sebagai apa? Muslim atau non-Muslim?</p>
<p>2. Sama seperti inti pertanyaan di atas, bagaimana juga dengan orang gila, tuli, pikun, dll yang belum sempat mengenal Islam?</p>
<p>3. Bagaimana juga dengan orang-orang yang memunyai kepercayaan atau sesembahan namun mereka belum mengenal Islam?</p>
<p>4. Mungkin pertanyaan ini agak beda. Sebagai manusia biasa kita hanya bisa menilai dari apa yang tampak. Apakah kita berdosa apabila kita menganggap seseorang itu non-Muslim karena statusnya memang non-Muslim di mata kita, namun tanpa kita ketahui, karena suatu sebab atau terpaksa ternyata orang itu sedang menyembunyikan keislamannya. Terimakasih ustad.<br />
<strong>Muslim – via surel</strong></p>
<p><strong>A. Wahib Mu&#8217;thi:<br />
</strong>Status Muslim seseorang, baik anak, remaja, maupun dewasa, tidak dilihat dari asal-usul keluarganya, tetapi dilihat dari kesiapannya menjalankan ajaran Islam dan keimanan. Usia, pengalaman, dan cara berpikir untuk mendapatkan keterangan suatu masalah adalah acuan dasar seseorang menjadi Muslim. Jadi, status Muslim sebenarnya bukan dilihat secara fisikal, tetapi mental dan perilaku sejauh mana dirinya mencari petunjuk kebenaran Islam, baik secara nalar, maupun dengan hati.</p>
<p>Lantas bagaimana jika seseorang yang memiliki kekurangan fisik dan mental, seperti gangguan jiwa, pikun, atau tuna rungu, dan semacamnya yang belum mengenal Islam? Persoalan ini bisa ditinjau dengan dua pendekatan hukum, yakni hukum yang berlaku di dunia dan hukum yang berlaku di akhirat. Jika dikaitkan dengan seseorang yang memiliki kekurangan fisik dan mental, seperti gangguan jiwa, pikun, atau tuna rungu dan semacamnya dan dipakai hukum yang berlaku di dunia, mereka bukanlah Muslim. Namun kita wajib meyakini bahwa Allah tidak akan menghukum orang yang belum disampaikan hujjah sampai di akhirat nanti. Jadi, meskipun secara hukum di dunia mereka bukan Muslim, belum tentu di akhirat juga mereka dikategorikan bukan Muslim. Dalam hal ini kita tidak tahu apa keputusan Allah bagi mereka. Hal ini berlaku juga bagi orang-orang memunyai kepercayaan atau sesembahan namun mereka belum mengenal Islam. Namun perlu ditegaskan, kemungkinannya kecil kalau di zaman sekarang Islam tidak dikenal secara luas. Kalaupun masih ada orang-orang yang percaya pada sesembahan dan kepercayaan, seyogyanya kita sebagai Muslim membantu mereka agar terhindar dari perbuatan syirik.</p>
<p>Sementara perihal penilaian terhadap seseorang [<em>taqwim</em>], yakni menilai seseorang untuk tujuan positif, misalnya penilaian untuk calon pegawai atau calon pemimpin, atau menilai untuk tujuan persahabatan/pertemanan. Menilai orang memang gampang-gampang susah. Apalagi kalau kita baru saja mengenalnya. Masalah dosa atau tidak Allah Yang Maha Tahu. Terkadang kita juga tidak tahu, apakah yang kita perbuat menurut kita benar, belum tentu baik menurut Allah. Demikian juga sebaliknya. Dalam konteks kehidupan Islam , kita mengenal istilah ‘<em>husnuzhan</em>’ [berprasangka baik] dan ‘<em>su’uzh-zhan</em>’ [berprasangka buruk]. Nah, jika Anda bertemu dengan orang yang menurut Anda kelihatan non-Muslim, sebaiknya jangan terlalu dipersoalkan. Yang penting, apakah dia itu bersikap baik atau tidak dalam pergaulan. Apalagi jika orang itu benar-benar Muslim. Bukankah Allah berfirman: “<em>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain</em>” [QS al-Hujurât [49]: 12]. Demikianlah, <em>Wallâhu a’lam</em>. «<strong> []</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Non-Muslim Masuk ke Dalam Masjid?</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/bolehkah-non-muslim-masuk-ke-dalam-masjid/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/bolehkah-non-muslim-masuk-ke-dalam-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 22:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[non-Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[q&a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=6446</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Pak Quraish yang terhormat, saya ingin bertanya tentang boleh tidaknya seorang non-Muslim masuk ke masjid dan duduk di dalamnya. Ini terkait dengan QS an-Nisâ’ [4]: 43 yang berbunyi, “Janganlah kamu menghampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub”. Padahal, junub itu sendiri hanya dapat disucikan dengan mandi atau tayamum yang sudah ada tata caranya, salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6447" style="margin: 5px 7px;" title="now_masjid_ed42" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/01/now_masjid_ed42-150x150.jpg" alt="now_masjid_ed42" width="150" height="150" /></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Pak Quraish yang terhormat, saya ingin bertanya tentang boleh tidaknya seorang non-Muslim masuk ke masjid dan duduk di dalamnya. Ini terkait dengan QS an-Nisâ’ [4]: 43 yang berbunyi, “<em>Janganlah kamu menghampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub</em>”. Padahal, junub itu sendiri hanya dapat disucikan dengan mandi atau tayamum yang sudah ada tata caranya, salah satunya adalah niat <em>Lillâhi ta‘âlâ</em>.</p>
<p>[Dedi Sasteradi - via<a href="http://www.alifmagz.com/kirim-pertanyaan/"> formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Pada masa Nabi Saw, banyak non-Muslim masuk ke masjid, bahkan al-Qurthubî dalam <em>Tafsîr</em>-nya, sebagaimana dikutip dan dibenarkan oleh pemimpin tertinggi al-Azhar dewasa ini, Muhammad Sayyid Thanthâwî, dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa serombongan pendeta Kristen dari Najran [lembah di perbatasan Yaman dan Arab Saudi] datang ke Madinah pada tahun IX Hijrah untuk berdiskusi dengan Nabi Saw di Masjid Nabawi menyangkut ‘Îsâ as. dalam kaitannya dengan keesaan Tuhan. Dalam kesempatan kehadiran para pendeta itu ke Masjid Nabi Saw di Madinah, mereka melaksanakan shalat di dalamnya sesuai dengan ajaran agama Kristen yang mereka anut. Nabi Saw yang melihat hal tersebut membiarkan mereka. Ini membuktikan bahwa non-Muslim dapat saja masuk ke masjid, tentu selama mereka menjaga kebersihan masjid dan kesuciannya.</p>
<p>Dewasa ini, di banyak negeri Islam, seperti Mesir, Yordania, Maroko, dan lain-lain, kita dapat melihat para wisatawan memasuki dan duduk di dalam masjid-masjid. Adapun firman Allah, “<em>Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati al-Masjid al-Harâm sesudah tahun ini</em>” [QS at-Taubah [9]: 28], menurut pandangan Imam asy-Syâfi‘î, ini khusus untuk al-Masjid al-Harâm. Dalam konteks ini, pakar tafsir al-Qurthubî menulis bahwa Imam asy-Syâfi‘î tidak menghalangi orang Yahudi dan Nasrani masuk selain ke al-Masjid al-Harâm.</p>
<p>Selanjutnya, di sisi lain, yang dimaksud dengan najis di sini adalah jiwa mereka bukan jasmani mereka. Memang benar, mereka boleh jadi dalam keadaan junub, tetapi ayat yang melarang mendekati masjid dalam keadaan junub itu ditujukan kepada orang-orang Islam. Non-Muslim pada dasarnya tidak dituntut untuk melaksanakan perincian ajaran Islam sebelum mereka memeluknya. Demikian pendapat banyak ulama. </p>
<p><em>Wallâhu a‘lam</em>. </p>
<p>[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/bolehkah-non-muslim-masuk-ke-dalam-masjid/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/bolehkah-non-muslim-masuk-ke-dalam-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Non-Muslim Menziarahi Muslim</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/non-muslim-menziarahi-muslim/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/non-muslim-menziarahi-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 22:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[non-Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[q&a]]></category>
		<category><![CDATA[ziarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=6381</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Kami memunyai grup yang sangat kompak, walaupun anggotanya berbeda agama. Salah seorang di antara anggota kami yang Muslim meninggal dunia. Kami menziarahi kuburannya, dan teman kami yang non-Muslim ingin juga berpartisipasi menunjukkan simpatinya, baik terhadap keluarga yang wafat maupun kepada teman kami yang meninggal itu. Bolehkah dia mengirim hadiah untuk keluarga yang ditinggal dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6382" style="margin: 5px 7px;" title="now_ziarah_ed41" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/01/now_ziarah_ed41-150x150.jpg" alt="now_ziarah_ed41" width="150" height="150" /></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Kami memunyai grup yang sangat kompak, walaupun anggotanya berbeda agama. Salah seorang di antara anggota kami yang Muslim meninggal dunia. Kami menziarahi kuburannya, dan teman kami yang non-Muslim ingin juga berpartisipasi menunjukkan simpatinya, baik terhadap keluarga yang wafat maupun kepada teman kami yang meninggal itu. Bolehkah dia mengirim hadiah untuk keluarga yang ditinggal dan meletakkan karangan bunga di makam almarhum?</p>
<p>[Drs. Sudarso - via <a href="http://www.alifmagz.com/kirim-pertanyaan/">formulir pertanyaan]</a></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Yang meninggal dunia pada hakikatnya masih hidup, namun hidupnya di satu alam yang berbeda dengan alam dunia. Dia dapat memperoleh manfaat dari apa yang dilakukan oleh mereka yang hidup di dunia ini, baik keluarganya maupun bukan. Nabi Saw bersabda, “<em>Tidak seorang menziarahi kubur temannya, mengucapkan salam kepadanya duduk di sisi </em>[<em>kuburan</em>]<em>nya, kecuali </em>[<em>penghuni kubur itu</em>] <em>menjawab salamnya, merasa senang dengan kedatangannya sampai dia meninggalkannya</em>” [HR. Abû asy-Syaikh dan ad-Dailami dari Abû Hurairah].</p>
<p>Doa untuk yang meninggal dunia pun dapat bermanfaat untuk almarhum. Bukankah Allah mengajarkan kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang seiman dan telah mendahului kita? [QS al-Hasyr [59]: 10]. Almarhum Syaikh Jad al-Haq ‘Âli Jad al-Haq, Mufti Mesir dan mantan Pemimpin Tertinggi al-Azhar, dalam kumpulan fatwanya berpendapat bahwa meletakkan dahan pohon hijau, atau kembang dan semacamnya di atas kuburan juga dapat bermanfaat untuk yang wafat, bahkan meringankan [siksa] baginya. Pandangannya ini didasarkannya pada hadits yang diriwayatkan kelima pakar hadits standar bahwa suatu ketika Rasul Saw melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “<em>Keduanya kini sungguh sedang disiksa, keduanya tidak disiksa karena dosa besar</em>.” Kemudian beliau bersabda, “<em>Benar, sesungguhnya salah satu dari keduanya membawa berita bohong untuk memecah-belah, sedangkan </em>[<em>pemilik kubur</em>] <em>yang kedua, tadinya tidak menyelesaikan kencingnya </em>[<em>masih tersisa tetesan kencingnya sehingga menajiskan pakaiannya</em>].” Kemudian beliau mengambil tangkai yang masih segar/basah dan membelah dua kemudian menanamkan masing-masing pada kubur itu dan bersabda lagi, “<em>Semoga diringankan atas keduanya sampai </em>[<em>tangkai ini</em>] <em>kering/layu</em>.” [HR. Ibnu ‘Abbâs].</p>
<p>Atas dasar pandangan di atas, Mufti Mesir itu memfatwakan bahwa non-Muslim dapat saja mengirimkan hadiah untuk keluarga yang wafat sebagai tanda simpati dan turut berdukacita, dan dapat juga mengirimkan bunga ke kuburan temannya yang telah wafat. Allah akan memberikan mereka ganjaran dalam kehidupan ini, atas simpati tersebut. Yang Maha Kuasa itu tidak akan mengurangi sedikit pun ganjaran-Nya buat mereka. </p>
<p>Demikianlah, <em>wallâhu a‘lam</em>.</p>
<p>[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an]</a></p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/non-muslim-menziarahi-muslim/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/non-muslim-menziarahi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjalin Cinta dengan Wanita Non-Muslim</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/menjalin-cinta-dengan-wanita-non-muslim/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/menjalin-cinta-dengan-wanita-non-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 22:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qur'an & Answer]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[non-Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[q&a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.alifmagz.com/wp/?p=5710</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Bagaimana hukumnya menjalin cinta dengan wanita non-Muslim (Hindu) dan saya hanya mau menikah apabila ia masuk Islam. Sepanjang berpacaran kami tidak melanggar norma Islam, mengingat saudaranya juga ada yang masuk Islam (boleh diteruskan atau tidak?) [N.N. - via formulir pertanyaan] jawab: Tidak ada halangan bagi pria Muslim menjalin hubungan kasih atau persahabatan dengan wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-5711" style="margin: 5px 7px;" title="now_cinta_ed37" src="http://www.alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2009/12/now_cinta_ed37-150x150.jpg" alt="now_cinta_ed37" width="150" height="150" />Tanya: </strong><br />
Bagaimana hukumnya menjalin cinta dengan wanita non-Muslim (Hindu) dan saya hanya mau menikah apabila ia masuk Islam. Sepanjang berpacaran kami tidak melanggar norma Islam, mengingat saudaranya juga ada yang masuk Islam (boleh diteruskan atau tidak?)</p>
<p>[N.N. - via <a href="http://www.alifmagz.com/kirim-pertanyaan/">formulir pertanyaan</a>]</p>
<p><strong>jawab:</strong></p>
<p>Tidak ada halangan bagi pria Muslim menjalin hubungan kasih atau persahabatan dengan wanita non-Muslim selama tujuannya dibenarkan agama, selama dalam batas-batas yang dibenarkan adat dan agama. Membina rumahtangga merupakan salah satu tujuan yang dibenarkan agama. Ini lebih-lebih lagi jika wanita tersebut akan memeluk agama Islam. Persoalan Anda &#8211;apakah diteruskan atau tidak&#8211; banyak berkaitan dengan diri Anda berdua, serta keluarga Anda berdua. Karena perkawinan hendaknya langgeng, sedang kelanggengannya banyak ditentukan oleh persamaan pandangan hidup serta sifat dan bawaan kedua pasangan. Di sisi lain, perkawinan bertujuan pula memperkukuh hubungan kekeluargaan, tidak saja antarkedua calon suami istri, tetapi juga keluarga pasangan itu. </p>
<p>Demikianlah, <em>Wa Allâhu a&#8217;lam</em>. </p>
<p>[M. Quraish Shihab, Dewan Pakar <a href="http://psq.or.id">Pusat Studi al-Qur'an</a>]</p>
<p>===</p>
<p>Anda juga bisa bertanya dengan mengisi form berikut :<br />
<div class="formcontainer">
	<p class="information">Bagian bertanda<span class="required">*</span> harus di isi dengan benar.</p>
	<form class="contact-form" action="http://www.alifmagz.com/menjalin-cinta-dengan-wanita-non-muslim/" method="post">
		<fieldset>
			<legend>Informasi Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_name">Nama <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_name" name="ec_name" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_email">Email <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_email" name="ec_email" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_url">Website</label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_url" name="ec_url" class="text optional" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Pesan Anda</legend>
			<div class="form-label"><label for="ec_subject">Judul <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-input"><input id="ec_subject" name="ec_subject" class="text required" type="text" value="" size="30" maxlength="50" /></div>
			<div class="form-label"><label for="ec_message">Pesan <span class="required">*</span></label></div>
			<div class="form-textarea"><textarea id="ec_message" name="ec_message" class="text required" cols="40" rows="8"></textarea></div>
		</fieldset>
		<fieldset>
			<legend>Konfirmasi</legend>
			<div class="form-option"><input id="ec_option_cc" name="ec_option_cc" class="check optional" type="checkbox" value="true" /> <label for="ec_option_cc">Salin pesan ke email?</label></div>
			<div class="form-submit">
				<input type="submit" name="submit" class="button" value="Kirim" />
				<input type="hidden" name="ec_stage" value="process" />
				<input type="hidden" name="ec_referer" value="" />
				<input type="hidden" name="ec_orig_referer" value="" />
			</div>
		</fieldset>
	</form>
</div></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/menjalin-cinta-dengan-wanita-non-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

