<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; puisi</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/tag/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 12:25:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>SOS Gelar Pentas Amal Musik dan Puisi</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/sos-gelar-pentas-amal-musik-dan-puisi/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/sos-gelar-pentas-amal-musik-dan-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 07:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[You Can Do It]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sehati oentoek sesama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/wp/?p=8355</guid>
		<description><![CDATA[Beramal untuk membantu sesama bisa dengan cara apa saja. Misalnya, cara beramal oleh seniman-seniman untuk membantu korban bencana. Mereka bergabung dalam forum Sehati Oentoek Sesama [SOS] dengan menggelar Pentas Amal-Musik dan Puisi di Gedung Indonesia Menggugat [GIM], Bandung [4 &#38; 5 April 2010]. SOS semacam forum yang dibentuk secara mendadak ketika terjadi bencana alam longsor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beramal untuk membantu sesama bisa dengan cara apa saja. Misalnya, cara beramal oleh seniman-seniman untuk membantu korban bencana. Mereka bergabung dalam forum Sehati Oentoek Sesama [SOS] dengan menggelar Pentas Amal-Musik dan Puisi di Gedung Indonesia Menggugat [GIM], Bandung [4 &amp; 5 April 2010]. </strong></p>
<p><strong><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos3_ed53.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-8359" style="margin: 5px 7px;" title="you_sos3_ed53" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos3_ed53.jpg" alt="you_sos3_ed53" width="300" height="200" /></a></strong>SOS semacam forum yang dibentuk secara mendadak ketika terjadi bencana alam longsor di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Februari lalu. Penggagas SOS adalah seniman-seniman asal Jawa Barat di antaranya: Rieke Dyah Pitaloka, Herry Dim, Matdon, Mukti-Mukti, Hanief, Heri Anta, Noel Saga, dan Beni Fitriadi.</p>
<p>Lewat forum SOS ini, mereka mengajak seniman lain dan masyarakat pada umumnya untuk bertindak secara nyata dalam mengatasi kesulitan para korban bencana. Maka, seniman-seniman pun membuat acara penggalangan dana konser amal dan lelang lukisan pada Februari silam. Aksi SOS ini terus berlanjut dengan menggelar pentas Amal-Musik dan Puisi seminggu lalu.<a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos4_ed53.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-8356" style="margin: 5px 7px;" title="you_sos4_ed53" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos4_ed53.jpg" alt="you_sos4_ed53" width="300" height="224" /></a></p>
<p>“Ini akan menjadi aktivitas sastra yang baik, aktivitas yang nyata dan sangat puitis, tidak sekedar kata &#8216;<em>Insya Allah</em>&#8216; saya membantu atau tidak hanya secara lisan terus menerus. Semoga saja ajakan saya pada diri sendiri ini tidak sekedar kata-kata,” ujar Matdon yang menyebutkan mengajari diri sendiri sebagai refleksi kebersamaan dan tidak bersifat menggurui.</p>
<p>Dalam dua hari acara pelaksanaannya, sejumlah seniman dari berbagai generasi dan daerah datang untuk mengisi acara. Tidak hanya seniman dari Bandung, tetapi juga ada yang sengaja datang dari Banten. Para mahasiwa pencinta seni pun tak ketinggalan mengisi acara ini, misalnya kelompok mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, dan Universitas Pendidikan Indonesia.</p>
<p><a href="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos2_ed53.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-8358" style="margin: 5px 7px;" title="you_sos2_ed53" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/04/you_sos2_ed53.jpg" alt="you_sos2_ed53" width="200" height="300" /></a>“Acara seperti dibuat untuk kedua kalinya. Dengan acara ini, semoga masyarakat lebih peduli kerpada korban bencana, khususnya yang ada di Jawa Barat,” kata Viny Soemantri, panitia acara SOS. Viny menambahkan, masyarakat yang menonton pentas ini setidaknya ada keinginan untuk menyumbang, misalnya dengan cara membeli tiket masuk dan pin amal.</p>
<p>Sebelumnya, dana dari acara SOS ini sudah terkumpul jutaan rupiah lewat acara lelang lukisan. Dana tersebut sudah disalurkan ke beberapa daerah bencana untuk membantu para pengungsi. Rencananya, kegiatan SOS ini akan terus berkelanjutan, yang bukan berarti kalau ada bencana lagi, melainkan sebagai tindakan nyata bahwa seniman tidak melulu berkutat dengan kesepian dalam membuat karya-karyanya. « <strong>[yogira] – foto: sos/bentang waktu/noel saga lana/soge ahmad</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/sos-gelar-pentas-amal-musik-dan-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reza Rahadian, Baca Puisi untuk Rendra</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/reza-rahadian-baca-puisi-untuk-rendra/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/reza-rahadian-baca-puisi-untuk-rendra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rendra]]></category>
		<category><![CDATA[reza rahadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7356</guid>
		<description><![CDATA[Pasca menjadi nominasi aktor terbaik FFI 2009, popularitas Reza Rahadian kian menanjak. Dia mendapat beberapa tawaran lagi bermain film layar lebar. Keaktoran Reza memang diandalkan, tak hanya di film, tetapi juga dalam membaca puisi. Dengan paras tampan dan masih berusia muda, Reza menjadi magnet tersendiri dalam industri film. Lajang kelahiran 5 Maret 1987 ini kian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7357" style="margin: 5px 7px;" title="sila_reza3_ed47" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/02/sila_reza3_ed47.JPG" alt="sila_reza3_ed47" width="200" height="300" />Pasca menjadi nominasi aktor terbaik FFI 2009, popularitas Reza Rahadian kian menanjak. Dia mendapat beberapa tawaran lagi bermain film layar lebar. Keaktoran Reza memang diandalkan, tak hanya di film, tetapi juga dalam membaca puisi. </strong></p>
<p>Dengan paras tampan dan masih berusia muda, Reza menjadi magnet tersendiri dalam industri film. Lajang kelahiran 5 Maret 1987 ini kian cemerlang dalam menjalani kariernya ketika mendapat nominasi aktor terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2009, lewat perannya dalam film <em>Perempuan Berkalung Sorban</em>. Ya, demi kualitas, akting, Reza selalu berupaya menampilkan yang terbaik. Misalnya, dalam film berikutnya, <em>Komidi Putar</em>. Reza harus berlatih keras berdialog dengan dialek Arab-Betawi, plus harus memakai wig kribo. “Kalau untuk akting, saya selalu berusaha total. Dalam akting selalu ada tantangan baru,” kata Reza saat ditemui di MP Book Point, Jakarta.</p>
<p>Karena menyukai akting dan seni pada umumnya, Reza ingin sekali berakting di panggung teater. Tapi karena kesibukannya di dunia film, cita-citanya ini belum tercapai. Sebagai gantinya, Reza memilih membaca puisi untuk menyalurkan minatnya di panggung teater. Misalnya, saat dia diminta membacakan puisi karya WS Rendra berjudul <em>Lisong</em>. Dengan wig kribonya, Reza berhasil mengundang aplus penonton. Lantas, sejauh mana Reza mengenal Rendra hingga dia bisa membacakan puisi <em>Lisong </em>dengan memukau?</p>
<p>“Saya tidak mengenal Rendra secara fisik, belum pernah bertemu. Tapi saya menggagumi sejak saya mengenal kebesaran nama tersebut. Ya sejak SMP lah, kira-kira saat usia saya 13 tahun,” kenang Reza.</p>
<p>Aktor film <em>Emak Ingin Naik Haji </em>ini menegaskan, kekaguman dirinya terhadap Reza karena Rendra sangat peka terhadap situasi bangsa. Menurutnya, Rendra peduli kepada nasib anak-anak, situasi ekonomi, politik, dan sosial. “Bagi saya beliau adalah budayawan, sastrawan, dan penyair yang terbaik untuk saat ini,” kata Reza.</p>
<p>Saat didaulat membacakan puisi Rendra, Reza mengaku berlatih secara khusus di bawah bimbingan aktor teater senior, Imam Soleh. Selama dua hari, Reza pun berkutat dengan pendalaman isi puisi Rendra. “Saya beruntung bisa bertemu dengan orang-orang yang aktif di kesenian, tak hanya menjadi pekerjaan sebagai hobi, tetapi juga karena mencintai dua seni itu sendiri, seperti halnya saya,” ujar Reza. Makanya, saat membacakan puisi Lisong, Reza ingin penampilannya dianggap juga sebagai dedikasi kepada Rendra, yang meninggal pada Kamis, 6 Agustus 2009.</p>
<p>Kecintaan Reza pada seni, tak hanya dalam urusan akting dan membacakan puisi. Dia ternyata menaruh minat juga pada penulisan puisi. Reza menulis beberapa puisi sejak tahun 2004. Menurut Reza, minatnya pada karya sastra ini, terpengaruh juga dari ibunya yang senang juga menulis puisi. “Mungkin suatu saat, kalau sudah terkumpul banyak, saya ingin puisi-puisi saya dibukukan, bisa juga dimasukan dalam biografi saya, suatu saat nanti,” pungkas Reza. « <strong>[teks &amp; foto: yogira]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;"><strong><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></strong></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Reza Rahadian, Baca Puisi untuk Rendra</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>Pasca menjadi nominasi aktor terbaik FFI 2009, popularitas Reza Rahadian kian menanjak. Dia mendapat beberapa tawaran lagi bermain film layar lebar. Keaktoran Reza memang diandalkan, tak hanya di film, tetapi juga dalam membaca puisi. </strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY">
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Dengan paras tampan dan masih berusia muda, Reza menjadi magnet tersendiri dalam industri film. Lajang kelahiran 5 Maret 1987 ini kian cemerlang dalam menjalani kariernya ketika mendapat nominasi aktor terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2009, lewat perannya dalam film </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Perempuan Berkalung Sorban</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">. Ya, demi kualitas, akting, Reza selalu berupaya menampilkan yang terbaik. Misalnya, dalam film berikutnya, </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Komidi Putar</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">. Reza harus berlatih keras berdialog dengan dialek Arab-Betawi, plus harus memakai wig kribo. “Kalau untuk akting, saya selalu berusaha total. Dalam akting selalu ada tantangan baru,” kata Reza saat ditemui di MP Book Point, Jakarta.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> Karena menyukai akting dan seni pada umumnya, Reza ingin sekali berakting di panggung teater. Tapi karena kesibukannya di dunia film, cita-citanya ini belum tercapai. Sebagai gantinya, Reza memilih membaca puisi untuk menyalurkan minatnya di panggung teater. Misalnya, saat dia diminta membacakan puisi karya WS Rendra berjudul </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Lisong</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">. Dengan wig kribonya, Reza berhasil mengundang aplus penonton. Lantas, sejauh mana Reza mengenal Rendra hingga dia bisa membacakan puisi </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Lisong</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> dengan memukau?</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> “</span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">Saya tidak mengenal Rendra secara fisik, belum pernah bertemu. Tapi saya menggagumi sejak saya mengenal kebesaran nama tersebut. Ya sejak SMP lah, kira-kira saat usia saya 13 tahun,” kenang Reza. </span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> Aktor film </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Emak Ingin Naik Haji</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> ini menegaskan, kekaguman dirinya terhadap Reza karena Rendra sangat peka terhadap situasi bangsa. Menurutnya, Rendra peduli kepada nasib anak-anak, situasi ekonomi, politik, dan sosial. “Bagi saya beliau adalah budayawan, sastrawan, dan penyair yang terbaik untuk saat ini,” kata Reza.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> Saat didaulat membacakan puisi Rendra, Reza mengaku berlatih secara khusus di bawah bimbingan aktor teater senior, Imam Soleh. Selama dua hari, Reza pun berkutat dengan pendalaman isi puisi Rendra. “Saya beruntung bisa bertemu dengan orang-orang yang aktif di kesenian, tak hanya menjadi pekerjaan sebagai hobi, tetapi juga karena mencintai dua seni itu sendiri, seperti halnya saya,” ujar Reza. Makanya, saat membacakan puisi </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><em>Lisong</em></span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">, Reza ingin penampilannya dianggap juga sebagai dedikasi kepada Rendra, yang meninggal pada Kamis, 6 Agustus 2009.</span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 0.35cm;" align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"> Kecintaan Reza pada seni, tak hanya dalam urusan akting dan membacakan puisi. Dia ternyata menaruh minat juga pada penulisan puisi. Reza menulis beberapa puisi sejak tahun 2004. Menurut Reza, minatnya pada karya sastra ini, terpengaruh juga dari ibunya yang senang juga menulis puisi. “Mungkin suatu saat, kalau sudah terkumpul banyak, saya ingin puisi-puisi saya dibukukan, bisa juga dimasukan dalam biografi saya, suatu saat nanti,” pungkas Reza. </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;">« </span></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-size: x-small;"><strong>[teks &amp; foto: yogira]</strong></span></span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/reza-rahadian-baca-puisi-untuk-rendra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

