<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Alif Magazine &#187; syuting</title>
	<atom:link href="http://www.alifmagz.com/tag/syuting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.alifmagz.com</link>
	<description>Alhamdullilah It's Friday</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 12:25:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Muhammad Assegaf, Pengacara yang Bermain Film</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/muhammad-assegaf-pengacara-yang-bermain-film/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/muhammad-assegaf-pengacara-yang-bermain-film/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad assegaf]]></category>
		<category><![CDATA[syuting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7538</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia hukum, siapa tak kenal Muhammad Assegaf. Dia adalah pengacara senior. Belakangan ini Assegaf dikenal sebagai salah satu anggota tim pembela hukum Antasari Azhar. Tapi, tiba-tiba baru-baru ini Assegaf pun bergaul dengan para sineas film. Apakah Assegaf akan banting setir menjadi aktor film? Usianya memang mulai senja. Namun penampilan Assegaf tetap segar. Terkadang pengacara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-7539" style="margin: 5px 7px;" title="sila_assegaf1_ed48" src="http://alifmagz.com/wp/wp-content/uploads/2010/03/sila_assegaf1_ed48.JPG" alt="sila_assegaf1_ed48" width="200" height="300" />Di dunia hukum, siapa tak kenal Muhammad Assegaf. Dia adalah pengacara senior. Belakangan ini Assegaf dikenal sebagai salah satu anggota tim pembela hukum Antasari Azhar. Tapi, tiba-tiba baru-baru ini Assegaf pun bergaul dengan para sineas film. Apakah Assegaf akan banting setir menjadi aktor film? </strong></p>
<p>Usianya memang mulai senja. Namun penampilan Assegaf tetap segar. Terkadang pengacara kondang ini melontarkan kata-kata gurau dan santai. Berbeda jika dia sedang menghadapi kasus hukum di pengadilan, Assegaf bisa serius dan meyakinkan. Penampilan santai Assegaf ini terlihat saat dia bercengkrama dengan sejumlah aktor dan aktris dalam sebuah acara syukuran syuting sebuah film. Kebetulan, Assegaf pun mendapat peran di film tersebut. Bagaimana ceritanya pengacara seperti Assegaf bisa menjadi bintang film?</p>
<p>“Kejadiannya saat saya lagi rapat. Waktu itu saya pusing mikirin kasus Antasari yang belum selesai. Eh, tiba-tiba ada yang menelpon. Saya diajak main film. Wah ini serius? Saya harus memutuskan waktu itu juga. Karena memang sumpek, nggak ada salahnya saya terima tawaran main film,” jelas Assegaf ketika ditanya motifnya mau main film.<br />
Bagi Assegaf, mencoba bermain film adalah cara untuk menyegarkan pikiran dari kasus berbelit yang menimpa Antasari. Namun, setelah dia menerima tawaran main film, Assegaf masih bingung belum diberi tahu perannya di film tersebut. “Setelah saya tanya perannya, ternyata bagus juga ceritanya. Cocok dengan usia saya, hehehe. Saya memerankan ayah dari gadis cantik yang keturunan Arab,” kata Assegaf. Pengacara yang memang berdarah Arab ini menambahkan, bermain film adalah pengalaman barunya yang setidaknya bisa menenangkan dirinya dari rutinitasnya sebagai pengacara yang memang membutuhkan ekstra berpikir hati-hati. “Apalagi saat saya baca pembelaan, bisa 400 halaman yang saya baca. Ini berbeda dengan membaca skenario film,” ujar Assegaf sambil berkelakar.</p>
<p>Oleh karena itulah, ketika disodori skenario film untuk dipelajari, Assegaf ingin mengetahui porsi perannya di skenario tersebut. Assegaf sempat was-was ketika menerima skenario film yang cukup tebal. Apalagi dia pun tengah mempelajari berkas pembelaan Antasari. “Pas saya menerima skenarionya, saya berharap scene saya nggak terlalu banyak. Kalau kebagian dialog banyak, &#8216;kan repot juga. Alhamdulillah, ternyata cuma empat halaman. Semula saya senang, tapi dipikir-pikir tak semudah yang saya bayangkan. Apalagi saya memerankan orang lain. Tapi <em>insya Allah</em>, saya mampu memerankannya dan bisa membuat penonton tertawa,” imbuh Assegaf.</p>
<p>Ditanya soal honor main film, Assegaf menanggapinya dengan tenang. Dia mengaku tak mempermasalahkan honor karena kebetulan yang mengajak main film masih kerabatnya juga. Bagi Assegaf, dibayar atau tidak bukanlah hal utama. Yang penting, dirinya bisa ikut menghibur penonton. “Tapi saya lebih cocok dengan pekerjaan saya selama ini. Masih banyak pemain film yang lebih bagus dan berbakat. Bagi saya, main film hanya penyegaran saja,” pungkas pengacara lulusan Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada ini. «<strong> [teks &amp; foto: yogira]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/muhammad-assegaf-pengacara-yang-bermain-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Beda Agama di Komidi Putar</title>
		<link>http://www.alifmagz.com/cinta-beda-agama-di-komidi-putar/</link>
		<comments>http://www.alifmagz.com/cinta-beda-agama-di-komidi-putar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 05:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[What's on]]></category>
		<category><![CDATA[komidi putar]]></category>
		<category><![CDATA[mizan production]]></category>
		<category><![CDATA[syuting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifmagz.com/?p=7375</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana jika pemuda Arab Muslim jatuh cinta kepada gadis Katolik berdarah Manado? Jawabannya bisa ditemukan dalam cerita film Komidi Putar, yang kini siap-siap menjalani syuting. Pendukung cerita film ini diperkenalkan oleh rumah produksi Mizan Production dalam sebuah syukuran di MP Book Point, Jakarta Selatan, Jum&#8217;at, 19 Februari lalu. Sebelumnya, Mizan Production pun merilis beberapa film [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-7377" style="margin: 5px 7px;" title="what_komidi1_ed47" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/what_komidi1_ed47.JPG" alt="what_komidi1_ed47" width="300" height="200" />Bagaimana jika pemuda Arab Muslim jatuh cinta kepada gadis Katolik berdarah Manado? Jawabannya bisa ditemukan dalam cerita film <em>Komidi Putar</em>, yang kini siap-siap menjalani syuting. Pendukung cerita film ini diperkenalkan oleh rumah produksi Mizan Production dalam sebuah syukuran di MP Book Point, Jakarta Selatan, Jum&#8217;at, 19 Februari lalu. Sebelumnya, Mizan Production pun merilis beberapa film sukses, seperti <em>Laskar Pelangi</em>, <em>Garuda di Dadaku</em>, <em>Emak Ingin Naik Haji</em>, dan <em>Sang Pemimpi</em>.</p>
<p>“Semoga film <em>Komidi Putar</em> tidak hanya bisa menghibur, tapi juga bisa memberikan nilai edukasi bagi masyarakat,” kata Putut Widjanarko, produser Mizan Production. <img class="alignright size-full wp-image-7376" style="margin: 5px 7px;" title="what_komidi2_ed47" src="http://alifmagz.com/wp-content/uploads/2010/02/what_komidi2_ed47.JPG" alt="what_komidi2_ed47" width="300" height="200" /></p>
<p>Meski mengangkat tema cerita yang bisa mengundang kontroversi, film<em> </em>yang dibintangi Reza Rahadian, Arumi Bachsin, Ira Wibowo, Henidar Amroe, dan Muhammad Assegaf ini lebih banyak menampilkan unsur komedi. Maklum, cerita film ini merupakan adaptasi dari novel karya Ben Sohib berjudul <em>The Da Peci Code </em>dan <em>Rosid &amp; Delia</em>, yang banyak memunculkan situasi dan dialog yang menghibur sekaligus jenaka. Tak heran dalam acara syukuran film ini, para pendukung film ini terlihat santai dan sesekali berguyon dengan caranya sendiri, misalnya, Reza Rahadian yang mencoba tampil beda dengan wig kribo dan pengacara Muhammad Assegaf yang berseloroh tentang perannnya di film ini, “Kebetulan saat saya diajak main film ini, saya lagi pusing mikirin kasus Antasari Azhar. Ya, sudah, saya terima ajakan itu biar nggak sumpek,” papar Assegaf. «<strong> [teks &amp; foto: yogira]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.alifmagz.com/cinta-beda-agama-di-komidi-putar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

